Istri Nggak Jelas

Istri-istri ''nggak jelas'' yang kemudian berhasil ''memperjelas'' kondisi ekonomi keluarga yang sedang paceklik.

Istri-istri ”nggak jelas” yang kemudian berhasil ”memperjelas” kondisi ekonomi keluarga yang sedang paceklik.

Ramai-ramai soal ’’rakyat nggak jelas’’ yang dilontarkan seorang menteri, saya tiba-tiba teringat film ”Hijab”. Film drama komedi yang mengangkat tema hijab atau jilbab sebagai fokus utama ini juga bercerita tentang ’’istri-istri nggak jelas’’. Mereka adalah Bia (Carissa Putri), Tata (Tika Bravani), dan Sari (Zaskia Adya Mecca). Mereka semua berhijab, tapi tetap saja ”nggak jelas”. Mereka semua bekerja, tapi tetap saja ”nggak jelas”. Nggak jelas gimana?

Pertama, ’’istri-istri nggak jelas’’ ini berhijab dengan alasan nggak jelas. Mereka menutup aurat bukan karena panggilan hati atau ingin menunaikan kewajiban agama. Mereka melakukan itu karena ’’kejebak’’.

Bia berhijab gara-gara kerap diintip ketika ikut kelas senam dengan berpakaian seksi. Ia pun ’’terpaksa’’ berhijab. Dia dijuluki ’’Gadis Hidayah’’, gadis yang telah dibukakan hatinya oleh Allah untuk berbusana muslimah. Dari situ, Bia sering diundang ceramah di pengajian-pengajian. Ia pun ’’terpaksa’’ berhijab hingga menjadi istri Nino Fernandez, seorang artis dan desainer. Ia memilih berjilbab fashion.

Alasan Tata lain lagi. Ia berhijab karena kepalanya botak. Ia menutupi rambutnya dengan turban. Aksi ’’mengelabui’’ itu diteruskan hingga menjadi istri Ananda Omez, seorang fotografer.

Sedangkan Sari berbeda lagi. Ia membalut tubuhnya dengan jilbab syar’i dan bercadar untuk menarik perhatian ’’Onta Sahara’’ yang bernama Gamal (Mike Lucock). Upayanya berhasil dan akhirnya menikah dengan lelaki keturunan Arab kolot itu.

Kedua, ’’istri-istri nggak jelas’’ ini mengikuti arisan ’’nggak jelas’’. Meski arisan ibu-ibu, tetap saja uangnya dari suami. Namanya juga istri ’’ikut suami’’. Saat arisan bersama, Gamal menyindir! “Semua arisan ibu-ibu sebetulnya arisan suami, karena duitnya dari suami”.

Sebagai mantan aktivis perempuan, Tata tersinggung dan terusik. Tata kemudian mengajak sahabatnya untuk kembali menjadi perempuan yang tidak ’’ikut suami’’. Tidak diduga Sari menyambut dengan semangat. Bia dan Anin, sahabatnya, (tak berjilbab dan belum menikah) jadi antusias. Akhirnya mereka berbisnis.

Ketiga, ’’istri-istri nggak jelas’’ ini membuat ’’bisnis nggak jelas’’. Mereka diam-diam bekerja jualan fashion hijab secara daring. Tanpa sepengetahuan suami. Bia desainernya, Sari yang mengelola keuangan, Tata dan Anin pemasarnya.

Mereka menyembunyikan aktivitas bisnisnya karena suaminya masih ’’kekanak-kanakan’’. Para suami itu ’’mengharamkan’’ istri bekerja. Apalagi berpartisipasi di ruang publik. Pokoknya tugas istri hanya macak (berdandan), manak (melahirkan), dan masak. ’’Kerja’’-nya hanya di dapur, sumur, dan kasur.

Nah, tak diduga, ’’bisnis nggak jelas’’ mereka meningkat drastis dalam tiga bulan. Bisnis diam-diam yang mereka lakukan ternyata berhasil dan banyak konsumen tertarik. Mereka memutuskan mengembangkan bisnis online itu dengan membuka sebuah butik bernama Meccanism. Tak lama setelah butik tersebut dibuka, ternyata antusias para pelanggan begitu besar. Butik itu pun mulai ramai dan dikenal luas.

’’Istri-istri nggak jelas’’ itu berhasil membuktikan bahwa mereka bukan tipe perempuan “ikut suami”. Mereka mandiri dan kaya. Bahkan kekayaannya melebihi suami.

Suatu ketika usaha yang mereka sembunyikan dari pasangan mereka tersebut ketahuan suami. Para suami ’’kekanak-kanakan’’ itu merasa terancam. Tidak rela para istrinya bekerja dan tidak rela gaji istrinya lebih besar dari si suami. Gengsi.

Berbagai konflik mulai terjadi di antara mereka. Bahkan konflik hebat pun terjadi yang membuat Sari keluar dari Meccanism. Tika dan Bia pun ikut keluar karena suaminya marah besar. Mereka lebih mengutamakan keluarga daripada bisnis.

Namun, kekaguman konsumen hijab membuat para suami ’’kekanakan’’ itu terbuka hati dan pikirannya. Lagi pula, saat bersamaan, kerjaan para suami ini ’’nggak jelas’’ dan terpaksa berhenti bekerja. Sementara banyak cicilan yang harus dibayar, banyak tagihan yang harus ditunaikan, dan pengeluaran-pengeluaran rumah tangga lainnya.

Di saat kondisi ’’ekonomi nggak jelas’’, ’’istri-istri nggak jelas’’ hadir memberikan kejelasan terhadap kelangsungan masa depan ekonomi keluarga. ’’Suami-suami nggak jelas’’ itu akhirnya berbalik mendukung ’’bisnis nggak jelas’’ sang istri. Bahkan, si suami juga ikut membantu menjadi model fashion, fotografi fashion, video fashion, dan keuangan perusahaan butik.

Film yang disutradarai Hanung Bramantyo dan diproduseri Zaskia A Mecca ini mengajarkan tentang kedewasaan. Jangan pernah meremehkan ’’orang nggak jelas’’, karena sesungguhnya ’’orang nggak jelas’’ itu ternyata punya power dan berhasil ’’memperjelas’’ kehidupan kita. Gimana, udah 73L45555?!…(*)

~ by ariyanto on 26 January 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: