Dalang

Belasan tahun tinggal di Jakarta, baru kali ini nonton langsung pagelaran wayang. Aku nonton di Panggon Cangkrukan Indonesia Indah (PCII) bersama Kiai Sudrun dan Gus Badrun.

Pagelaran wayang ’’postmodern’’ Sabtu siang itu menghadirkan Dalang Ki Mbeling. Dalangnya masih berumur 17 tahun, berarti masih anak-anak. Dia bisa ndalang karena bakat keturunan alias tidak pernah belajar formal. ’’Titisan’’ bapaknya.

Namanya saja mbeling (nakal), dalangnya ya sesuka-sukanya. Nama-nama wayang dan bentuknya juga anti-mainstream alias nyentrik. Kadang pakai jas dan dasi. Kadang pakai gincu. Menariknya, kita bisa interupsi saat dalang beraksi. Bisa terkait isi cerita. Bisa pula soal hal lain.

Kala itu Ki Mbeling mengangkat judul ’’Berebut Mahameru’’. Ceritanya tentang 5 sahabat yang sudah menjalin pertemanan sejak belasan tahun. Saat libur 17 Agustus, mereka berlomba untuk mencapai Puncak Mahameru, Semeru. Siapa tercepat dan berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di atap Pulau Jawa itu, dia lah yang menang.

Mereka adalah Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji). Cerita wayang ini mirip cerita di film Film 5 cm, sebuah film yang diangkat dari cerita sebuah novel karya Donny Dirghantoro .

Singkat cerita, dalang memenangkan Ian. Dia bertubuh paling gemuk di antara keempat temannya. Padahal, di film 5 Cm justru Ian lah yang menjadi ’’hambatan’’ pendakian menuju puncak.

’’Masak gemuk menang, yang bertubuh atletis malah kalah. Nggak masuk akal Ki,’’ aku menginterupsi.

’’Loh, terserah dalang to siapa yang mau dimenangkan. Tapi aku ndak ngawur. Aku memenangkan Ian karena dia orangnya optimis, tak pantang menyerah, tidak sombong, dan mau berdoa. Lah keempat sahabatnya itu sombong. Meremehkan Ian. Ndak mau berdoa lagi!’’ jawab Ki Mbeling.

’’Oh, itu toh nilai-nilai luhur dan niat baik Ki Mbeling di balik memenangkan Ian,’’ aku manggut-manggut.

’’Jadi wayang itu hanya bisa pasrah saja Ki, mau-maunya dalang?’’ celetuk Gus Badrun.

’’Iya. Tapi dalang itu kan ndak ngawur. Dia punya nawaitu yang baik untuk menyebarkan nilai-nilai yang baik pula,’’ jawab Ki Mbeling.

’’Kalau manusia itu wayang atau dalang Ki dalam menjalani kehidupan di dunia ini,’’ Gus Badrun nanya lagi.

’’Manusia itu harus mengikuti kemauan Sang Dalang. Tuhan Yang Maha Esa. Ikut saja. Meski begitu, Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk ikut kemauan Dalang atau tidak. Mau beriman silakan. Mau kafir juga silakan. Mau berubah monggo. Tidak mau berubah juga monggo. Terserah. Manusia yang menentukan sendiri dan masing-masing pilihan ada konsekuensinya,’’ Ki Mbeling menjelaskan dengan aksen jawanya yang medhok.

’’Terus kalau presiden itu dalang atau wayang Ki,’’ Gus Badrun bertanya soal lain lagi.

’’Presiden itu dalang. Presiden lah yang harus menggerakkan wayang dengan segala nilai-nilai luhur dan niat baik yang dimilikinya. Wayang itu rakyat. Rakyat itu ya termasuk para pimpinan partai politik. Semua harus tunduk kepada Presiden.

’’Jadi ndak boleh Ki ya Presiden didikte sama pimpinan partai politik. Maksudnya ada wayang yang merangkap dalang itu ndak boleh ya?’’ tanya Gus Badrun.

’’Piye to? Mosok wayang mendikte dalang. Dalang itu punya kekuasaan penuh, karenanya harus berani dan tegas,’’ jawab Ki Mbeling dengan mimik serius.

’’Pinter sampean Ki. Wis sampean saja yang jadi presiden Ki?’’ Kiai Sudrun menimpali.

’’Ndak mikir. Ndak mikir. Ndak mikir,’’ jawab Ki Mbeling sambil tertawa terkekeh-kekeh.

’’Aku sih rapopo. Tapi itu bukan urusan saya,’’ lanjut Ki Mbeling.

’’Maksudnya?’’ Kiai Sudrun penasaran.

’’Lah kalau aku jadi presiden, terus yang jadi Ki Mbelingnya siapa? Mikiiiirrrr,’’ jawab Ki Mbeling sambil meletakkan jari telunjuk kanannya di jidatnya.

Aku, Kiai Sudrun dan Gus Badrun: Cak Lontong dehhhhh….(*)

~ by ariyanto on 18 January 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: