Pantai Cemara

Pantai Cemara di Lombok Timur yang masih perawan.

Pantai Cemara di Lombok Timur yang masih perawan.

Berbicara wisata pantai di Lombok, biasanya kita menyebut pantai ini: Senggigi dan tiga gili yang masyhur itu (Gili Air, Meno, dan Trawangan). Padahal, ’’Pulau Surga’’ ini memiliki ribuan pantai serpihan surga yang diturunkan dari langit. Salah satunya Pantai Cemara.

Sesuai namanya, pantai di Desa Pemokong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, ini banyak ditumbuhi pohon Cemara yang tersebar merata di atas lautan pasir putih bersih nan lembut. Kita bisa bercengkerama di bawahnya sambil menikmati pemandangan pantai nan eksotik berwarna hijau tosca. Sembari menyantap makanan atau meneguk yang dingin-dingin, kita pun bisa ’’menelanjangi’’ gugusan pulau, gili, dan karang hasil kreasi alam yang menawan.

Pada 1 Januari 2015, anak-anak tampak berenang riang karena laut mirip teluk ini tenang dan bersih. Angin tidak terlalu kencang, sehingga tak perlu berteriak ketika berbicara. Tidak ada deburan ombak besar menghempas yang membuat para orangtua harus ekstra mengawasi anak-anaknya. Benar-benar tenang.

Selain berenang, kita bisa menyusuri gugusan pulau dan karang pakai perahu. Di tengah laut ada sebuah pulau yang bentuknya memanjang. Di pulau berpenghuni ini terdapat sebuah desa bernama Lameran. Kala itu sedang panen Jagung.

Di sejumlah karang dan gili banyak orang memancing. Ada pula yang memancing dari atas perahu yang disewakan. Sembari menunggu umpan disambar aneka jenis ikan, mata benar-benar dimanjakan dengan lukisan alam yang sempurna.

Kita juga bisa bakar ikan hasil tangkapan dan menikmatinya di Beruga (Gazebo) yang dibangun di sejumlah titik dengan diiringi semilir angin. Atau membeli ikan dari kampung nelayan yang terletak di kiri pantai dan membakar sendiri di bawah rindangnya Cemara yang sejuk. Bisa pula menikmatinya di dalam tenda yang pintunya menghadap ke pantai. Gurihnya ikan di sini semakin melengkapi sensasi pantai ini.

Pantai Cemara berpasir putih lembut bak tepung dengan pantai dan ombaknya yang landai.

Pantai Cemara berpasir putih lembut bak tepung dengan pantai dan ombaknya yang landai.

Kalau mau snorkeling juga bisa. Panorama surga bawah air sangat bagus. Banyak koral segar dan sekawanan ikan warna-warni menghiasi alam bawah lautnya. Ada juga rumput laut yang tumbuh alami dan aneka biota laut lainnya.

Tapi, kita harus bawa alat snorkel sendiri, karena di sini tidak ada tempat penyewaan. Sarana dan prasarana di pantai ini memang belum lengkap. Butuh penyempurnaan fasilitas di sana-sini. Tidak ada kamar ganti, bilas, atau toilet. Tidak ada tempat ibadah.

Penjual suvenir khas Lombok juga tak ada. Jangankan suvenir, penjual makanan saja belum ada, kecuali penjual jajanan dan minuman keliling. Jadi, kita harus menyiapkan bekal makanan, minuman, dan aneka perlengkapan lainnya kalau ingin nyaman.

Itu sebabnya pantai yang terletak di antara Pantai Surga dan Pantai Tanjung Ringgit ini tak banyak dilirik wisatawan asing. Kebanyakan turis lokal Lombok Timur. Ditambah lagi kurang promosi dan tidak menjadi destinasi wisata utama Lombok.

Namun, justru relatif sepi dan tak banyak diketahui ini sebuah keunggulan tersendiri bagi mereka yang ingin menikmati kemolekan tubuh pantai dalam sepi. Menikmati keperawanan dalam hening di bawah lengkung langit. Meneguk kesegarannya dalam sunyi.

Wisatawan memancing di Pantai Cemara dari atas karang.

Wisatawan memancing di Pantai Cemara dari atas karang.

Akses menuju Pantai Cemara cukup mudah. Jalannya sudah mulus sejak dua tahun lalu. Namun, kita harus membawa kendaraan sendiri atau sewa kendaraan, karena belum tersedia angkutan umum. Dari Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat, dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Bisa pula langsung dari Bandara Internasional Lombok (BIL) ’’Praya’’. Dari sini butuh waktu sekitar 2 jam.

Setibanya di kawasan pantai, carilah lokasi parkir ’’non pasir’’. Sebab, sudah banyak mobil nekat yang terjerembab di pasir putih lembut bak tepung itu. Begitu terperosok, susah lepas dari dekapannya, kecuali kita ingin memeluk pantai ini lebih lama dari biasanya. (*)

~ by ariyanto on 4 January 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: