Baru

Hal-hal baru biasanya membuat kita terkesan, terpukau, gembira, terheran-heran, dan tersentak.

Ada orang baru naik kereta api jurusan Surabaya-Jakarta. Selama perjalanan ia sangat menikmati. Mulai suasana di dalam kereta hingga pemandangan selama perjalanan. Bahkan, ia terkesan suara dan klakson kereta api dan merekamnya. Buat apa?

Ternyata untuk musik pengiring lagu “Kereta Malam”-nya Bang Haji Rhoma Irama.
…Jug gejak gejuk gejak gejuk
Kereta berangkat
Jug gejak gejuk gejak gejuk
Hatiku gembira…

Begitu pula saat pengantin baru. Terpukau dengan pasangan masing-masing. Eksplorasi dan berkreasi tiada henti. Inginnya di kamar tidur terus. Keluar-keluar mandi besar, makan, lalu masuk kamar lagi. Ciat ciaattt…gabruk-gabruk gedubrak. Loh, ini bermain silat atau apa? Hehehe…

Ketika punya istri baru juga begitu. Eittt, kok istri baru sih? Stop! Stop! Nggak usah diterusin. Cukup di sini aja pembahasannya. Cari contoh lain aja.

Pokoknya hal-hal baru itu menyenangkan. Punya rumah baru, kendaraan baru, televisi baru, baju baru, pacar baru, mengunjungi tempat-tempat baru, kenalan dengan orang-orang baru dan sebagainya.

Hal-hal baru juga bikin tersentak. Di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), banyak hal baru dibangun. Ada Jembatan supermegah Suramadu yang menghubungkan Pulau Madura dan Surabaya. Ada Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 km yang menghubungkan Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa, dan pembangunan infrastruktur lainnya.

Pada masa pemerintahan SBY juga banyak hal baru di bidang hukum. Ini baru terjadi ada tiga menteri aktif jadi tersangka korupsi.

Pertama, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sebagai tersangka pemerasan dan penyalahgunaan kewenangan.

Kedua, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tersangka korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang. Bogor. Pada 18 Juli 2014, Andi divonis 4 tahun penjara.

Ketiga, Menteri Agama Suryadharma Ali tersangka kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012 hingga 2013.

Pada masa SBY pula, anggota DPR dari fraksi Demokrat ditetapkan jadi tersangka korupsi dan menjadi terpidana, yaitu Angelina Sondakh dan Anas Urbaningrum.

Besan SBY, Aulia Tantowi Pohan, juga pernah jadi terpidana korupsi aliran dana BI. Ia ditahan sejak 27 November 2008 dan setelah menerima remisi tiga bulan langsung dapat menghirup udara bebas mulai 18 Agustus 2010. Bahkan, pada masa SBY, seorang Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar telah divonis seumur hidup.

Hal baru ini bisa dibaca betapa banyak korupsi di masa SBY. Tapi, hal baru itu juga bisa dibaca betapa hukum telah ditegakkan pada masa SBY, meski dalam beberapa kasus hukum masih terkesan tajam ke bawah tumpul ke atas.

Hal baru juga terjadi pada masa Pemerintahan Jokowi. Di antaranya, kita dibuat kagum dengan kebijakannya menenggelamkan kapal asing dan kebijakan berobat dan sekolah gratis.

Hal baru pula ketika harga minyak dunia turun, bahkan hingga angka 60 dollar AS per barrel, harga BBM di Indonesia justru dinaikkan Rp 2.000 per liter atau 30 persen. Padahal, dengan RAPBN 2015 yang disusun pemerintahan SBY-Boediono dengan mematok harga minyak dunia di atas 100 dollar AS per barrel, harga BBM bisa diturunkan.

Hal baru pula, pada awal 2015, pada saat bersamaan, pemerintah berencana menaikkan harga tarif dasar listrik, tarif kereta api, dan entah tarif apa lagi yang akan dinaikkan.

Semoga saja pemerintah meninjau kembali kenaikan harga BBM pada 18 Januari 2015 mendatang, dengan demikian rencana naik-naik-naik itu juga direvisi. Ini akan menjadi hal baru dalam pemerintahan Jokowi, hanya dalam waktu 2 bulan, pemerintah meninjau kembali kenaikan BBM. Dan, kita pun akan bertepuk tangan dengan ’’hal baru’’itu dan menjadikan Presiden ’’Manusia Setengah Dewa’’ seperti dalam lagu Iwan Fals.

Hal-hal baru memang menarik. Itu sebabnya, selalu menarik untuk dberitakan, apalagi kebaruan itu menjadi buah bibir, unik, humanis, dramatik, menyangkut kepentingan publik, emosional, dan “rukun iman” berita lainnya yang biasa jadi patokan wartawan menulis berita.

Namun, apa yang disebut baru itu sesungguhnya tidak benar-benar baru. Semua hanyalah pengulangan-pengulangan sejarah yang sudah dimodifikasi. Menenggelamkan kapal bukan hal baru. Itu sudah dilakukan sejak zaman SBY. Bedanya, dengan berbagai pertimbangan, saat itu tidak dipublikasikan. Berobat dan sekolah gratis juga tidak benar-benar baru. Itu sudah dilakukan sejak zaman SBY. Bedanya memang tidak pakai kartu ini itu.

Hal baru pun tidak selamanya terus baru. Seiring waktu, sesuatu yang awalnya dianggap baru akan menjadi lama, usang, lalu kemudian ditinggalkan. Rumah baru, mobil baru, baju baru dan sebagainya juga akan menjadi lama dan dibuang. Pengantin baru pun demikian, akan menjadi pengantin lama, meski bukan berarti harus ditinggalkan layaknya barang.

Karena itu, perlu terus berkreasi dan berinovasi agar hal-hal baru tadi senantiasa dirawat dan dijaga dalam semangat kebaruan, sehingga tetap menyenangkan dan tidak membosankan.

Namun, sejatinya, di dunia ini tidak ada hal baru, karena semua bersifat fana. Tidak ada yang abadi. Hal yang benar-benar baru adalah kehidupan baru, yaitu hidup sesudah mati. (*)

~ by ariyanto on 19 December 2014.

2 Responses to “Baru”

  1. Dalam sekali perenungan dari sebuah kata “BARU”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: