BLUSUKAN NUSANTARA

Pulau Komodo, NTT, menyimpan daya tarik wisata luar biasa.

Pulau Komodo, NTT, menyimpan daya tarik wisata luar biasa.

Menjelajahi Indonesia itu ibarat meminum air laut. Semakin diminum semakin haus. Semakin dieksplorasi, semakin banyak belum diketahui. Semakin dirambah, semakin banyak belum dijamah. Itu karena Nusantara ini sangat sangat sangat luas.

Aku sudah ke 34 provinsi di Indonesia. Tapi rata-rata hanya di ibu kota provinsi. Misalnya, kalau ke Provinsi Sumatera Selatan hanya datang di Kota Palembang. Kalau ke Provinsi Kalimantan Tengah, hanya di Kota Palangkaraya, kalau ke Provinsi Gorontalo hanya di Kota Gorontalo, dan kalau ke Provinsi Maluku hanya di Kota Ambon.

Kalau pun tidak hanya di ibu kota provinsi, paling hanya di beberapa kota penyanggah atau di sekitar ibu kota. Misalnya, di Provinsi Kalimantan Timur hanya mengunjungi Kota Samarinda (ibukotanya), Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kota Tenggarong, dan Kota Balikpapan. Ke Balikpapan itu pun tuntutan, karena bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Bandara Sepinggan) ada di sana. Samarinda-Balikpapan ditempuh sekitar 3 jam dengan melewati jalan yang membelah tanaman hutan rakyat.

Di Provinsi Maluku Utara, misalnya, hanya ke Kota Sofifi, (ibukotanya), Kota Ternate, dan Kota Tidore. Tidore dan Ternate dua pulau berdekatan. Kalau mau ke Sofifi, mau tidak mau harus ke Kota Ternate, karena bandara Babullah ada di kota bersejarah ini. Kesultanan Ternate, salah satu kesultanan tertua, ada di kota ini.

Intinya, kota-kota yang disinggahi itu masih tak jauh dari ibu kota provinsi. Yang agak jauh di antaranya ketika tugas ke Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang berbatasan dengan Tebedu, Sarawak, Malaysia. Untuk mencapai Entikong dari Kota Pontianak (ibu kota Kalbar), aku harus menempuh jalur darat sekitar 8 jam dengan jalan berkelok dan bergelombang kala itu sekitar 10 tahun lalu.

Atau ketika tugas di Provinsi Aceh. Kala itu harus berjalan darat dari Kota Banda Aceh (ibu kota Aceh) menuju Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Perjalanan ditempuh sekitar delapan jam. Melewati Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Bener Meriah.

Waktu tempuh selama itu ternyata baru sekitar pertengahan Aceh. Masih belum ke Aceh Singkil, pemekaran Kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten ini di sebelah timur berbatasan dengan Kota Medan dan Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Menurut driver yang mengantarkan kami kala itu, butuh dua hari untuk menuju Aceh Singkil. Itu pun baru di Singkil, ibu kotanya. Belum ke Kepulauan Banyak, yang harus naik kapal lagi. Atau ke Kabupaten Simeulue yang berada kurang lebih 150 kilometer dari lepas pantai barat Aceh, yang berdiri tegar di Samudera Indonesia.

Luas sekali Aceh. Kapan aku bisa ke sana ya? Ah, jangankan ke Aceh Singkil dan Semeulue, ke Tugu Nol Kilometer di Kota Sabang dan Pulau Rondo saja masih belum kesampaian, padahal sudah empat kali ke Banda Aceh. Dulu aku sudah di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, dan mau menyeberang ke Kota Sabang yang berasa di Pulau We. Namun, niat itu batal karena kapal baru ada esok hari sementara besoknya harus balik ke Jakarta lagi.
Di antara kita mungkin juga sering mengalami ini. Batal menuju ke sebuah pulau karena keterbatasan kapal. Atau urung karena cuaca ekstrem.

Aku baru bisa ’’menjelajahi’’ semua kota di sebuah provinsi hanya di Pulau Jawa (Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten). Sebenarnya agak berat menyebut ’’menjelajahi’’, karena ada beberapa kota yang hanya ’’mampir’’ atau hanya nginep semalem. Bahkan malah ada yang cuma melintas atau istirahat sejenak sebelum meneruskan perjalanan berikutnya.

Agak berat juga memakai kata ’’menjelajahi’’, karena masih banyak wilayah yang masih belum dirambah. Di Jawa Timur saja, provinsi kelahiranku, aku masih belum menginjakkan kaki di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura. Padahal aku sudah berkali-kali ke Pulau Garam itu karena banyak sekali kawan-kawan kuliahku dari sana. Aku pernah ke Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Kepulauan Kangean ini terdiri atas 60 pulau, dengan luas wilayah 487 km². Pulau-pulau terbesar adalah Pulau Kangean (188 km²), Pulau Paliat, dan Pulau Sapanjang.

Agak berat juga pakai istilah ’’menjelajahi’’, karena aku belum menyelam ke laut-lautnya yang indah, belum menyusuri semua gua di perut bumi, dan belum pula mendaki di puncak-puncak gunungnya.

Memang, luas sekali Indonesia. Negara yang berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Hindia dan Pasific. Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. Dan, Negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

Indonesia bukan hanya Pulau Jawa, tapi terbentang dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua), dari Pulau Miangas (Sulawesi Utara) hingga Pulau Rote (Nusa Tenggara Timur). Inilah Indonesia kalau mau bicara kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hilang salah satu, maka tidak bisa disebut sebagai NKRI.

Gaya blusukan Jokowi yang sudah bagus selama ini harus diteruskan menteri-menterinya, sesuai tupoksinya masing-masing. Selain untuk menyerap aspirasi rakyat, menggali ide-ide baru, menjawab kebutuhan masyarakat, juga untuk merawat dan menjaga NKRI. Misalnya, Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi dan Menteri Pekerjaan Umum blusukan ke Kabupaten Aceh Singkil untuk melihat perekonomian dan infrastruktur di sana. Apa yang kurang dibenahi. Bisa membangun jalan, pelabuhan, bandara, atau membuka lapangan kerja. Atau di daerah tertinggal, terpencil, dan terbatas lainnya di pedalaman Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, dan Papua.
Selamat blusukan. Berikan yang terbaik untuk negeri ini. (*)

~ by ariyanto on 7 December 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: