Pindah Agama? Biasa Aja Kelesss

Lahir secara Shinto, menikah secara Kristen, meninggal secara Budha.
Itulah realitas yang dijumpai di Jepang.
Mada yang ingin masuk Islam di film La Tahzan.

Mada yang ingin masuk Islam di film La Tahzan.

Orang di Negeri Sakura itu memang sangat luwes dalam beragama. Kalau ada orang Indonesia mau menikah, lalu mengajukan syarat harus satu agama, mereka sangat enteng memutuskan pindah agama. Seenteng ketika mencabut sehelai rambut tipis dari tepung kering. Mudah. Mudah sekali. Menanggalkan agama lama, lalu mengikuti kepercayaan kekasihnya. Mereka sangat terbuka dengan agama mana pun. Loh, kok semudah itu pindah agama?
Tak perlu kaget. Tak perlu culture shock. Juga tak perlu lebay dengan mengatakan,’’Wow, enak bingit pindah-pindah agama? Kayak agama punya nenek moyangnya aja.’’ (sambil mata melotot dan kedua telapak tangan menutup rapat mulut menganga membentuk huruf O karena terheran-heran). Biasa aja kelesss…..
Sang Sutradara, Danial Rifki, mampu mengeksplorasi dengan baik percintaan beda agama ini dalam filmnya berjudul La Tahzan (Jangan Bersedih) yang dirilis pada 12 Agustus 2013. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul sama. Ditulis dengan apik oleh Ninit Yunita. Sebuah novel based on the true story.
Film ini berkisah tentang Yamada (Joe Taslim), Hasan (Ario Bayu), dan Viona (Atiqah Hasiholan) yang berada di persimpangan memilih agama, kekasih dan masa depan.

Novel ''La Tahzan'' yang diangkat ke layar lebar.

Novel ”La Tahzan” yang diangkat ke layar lebar.

Yamada orang Jepang beragama Shinto yang ingin menikah secara Kristen dan meninggal secara Buddha. Dia jatuh cinta kepada Viona, seorang muslimah dari Indonesia, yang sedang mengikuti program belajar sambil Arubaito (belajar sambil bekerja di Jepang). Sedangkan Hasan adalah muslim asal Indonesia yang merupakan kekasih Viona saat di Indonesia.
Nah, saat belajar di Jepang, Viona bertemu Yamada. Seorang fotografer lepas. Ganteng. Bertubuh atletis. Ramah. Mengerti bahasa Indonesia pula. Viona yang awalnya merasa teralienasi di negeri Oshin itu seperti mendapat sahabat baru. Keduanya akrab. Yamada tanpa basa basi ingin melamarnya. Bahkan siap pindah agama.
Pada persiapan Yamada menjadi mualaf, Viona terusik masa-masa di Indonesia. Ketika seorang ibu menitipkan alamat untuk mencari anaknya di Jepang: Hasan, kekasihnya! Yang selama ini menghindar dari Viona dan keluarga. Pergi dengan meninggalkan pertanyaan bagi Viona.
Dengan bantuan Yamada, akhirnya Hasan berhasil ditemukan di Osaka. Ketika itu, kondisi Hasan sama sekali berbeda. Pada sebuah malam di Osaka Port, Hasan menceritakan semuanya. Kejujuran yang menjawab pertanyaan hati Viona. Viona yang awalnya berburuk sangka kalau Hasan tidak mencintainya ternyata keliru. Di sisi lain, Yamada mulai menyadari bahwa agama itu sesuatu yang sakral. Dia tak ingin agama dijadikan main-main. Gara-gara ingin menikah terus dia harus pindah agama. Dia kembali mengikuti keyakinan lamanya: menjadi Shinto. Dan, Viona pun kembali ke pangkuan Hasan.
Aku tak mau menghakimi pilihan Yamada. Juga tak mau menyalahkan Viona yang harus mensyaratkan bahwa menikah harus satu agama.
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Masing-masing negara punya kebudayaannya sendiri. Tiap-tiap orang juga memiliki keyakinannya sendiri. Tak perlu menilai kebudayaan negara lain dengan ukuran kebudayaan negara kita. Juga tak perlu menghakimi keyakinan orang lain dengan parameter keyakinan kita. Hormati keyakinan orang lain, jalani keyakinan kita dengan sebaik-baiknya. Untukmu agamamu dan untukku agamaku. Lakum diinukum waliyadin. (*)

~ by ariyanto on 16 October 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: