Bukan Air Terjun Biasa

Air terjun Mursala yang airnya langsung tumpah ke laut.

Air terjun Mursala yang airnya langsung tumpah ke laut.

Biasanya air terjun jatuh ke daratan atau trap-trap bebatuan di kaki gunung. Seringkali juga jatuh ke sungai atau danau. Tapi air terjun Mursala tampil beda. Air terjun setinggi 35 meter di Pulau Mursala, antara Pulau Sumatera dan Pulau Nias, ini langsung jatuh ke laut. Mengalir di atas batuan granit kemerah-merahan di tebing pulau lalu bermuara ke Samudera Hindia.
Batuan granit itu mirip tumpeng yang pucuknya dipotong. Atau piramida yang puncaknya diiris. Di kanan kiri batuan tersebut ditumbuhi pepohonan lebat.
’’Debum debum debum….,’’ bunyi air terjun bervolume besar yang jatuh ke permukaan laut.
Air itu kemudian berkelindan dengan air laut warna hijau tosca di depannya yang bening dengan
terumbu karang di bawah laut yang natural.
Aneka ikan warna-warni menari-nari ke sana ke mari semakin melengkapi area perairan eksotik ini. Mengikuti irama deburan air terjun yang tumpah. Sungguh merayu-rayu wisatawan untuk berenang. Bisa pula snorkeling atau diving. Bisa di depan air terjun. Bisa pula di sekitar Pulau Mursala. Pemandangan surga di bawah sana sungguh menakjubkan. Kapal bisa menunggu sampai selesai berenang. Bisa diatur, yang penting kita puas.

Pasir putih dengan airnya berwarna hijau tosca.

Pasir putih dengan airnya berwarna hijau tosca.

Yang tak ingin berenang pun sangat terhibur dengan pemandangan laut yang memikat. Sayangnya, di dekat air terjun ini tidak ada dermaga, sehingga kita tak bisa turun untuk mengabadikan momen-momen cantik. Kita hanya bisa foto dari dalam atau dari atas kapal. Di lokasi ini juga tidak dilengkapi cottage atau penginapan sehingga kita bisa bermalam dan menikmati kuliner khas setempat.

oke6
Namun demikian, indahnya pemandangan alam di sini senantiasa membuat rindu kembali. Sebab, daya pikat yang ditawarkan di Pulau Mursala bukan hanya air terjun, melainkan juga pesona perairan di sekitarnya yang masih natural. Perawan. Alami. Relatif belum terjamah.
Di sekitar Pulau Mursala terdapat beberapa pulau kecil, seperti Pulau Silabu-labu Nagodang, Pulau Kalimantung Namenek, Pulau Jambe, dan Pulau Puti. Masing-masing memiliki kekhasan.
Di Pulau Puti (Pulau Putih), misalnya. Di sekitar pulau yang berada di kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, ini terdapat hamparan pantai pasir putih indah dan panorama perairan dangkalnya dengan pesona alam bawah laut. Ketika berjalan tanpa alas kaki di pasir putih ini, rasanya berada di atas bubuk merica yang lembut. Apalagi kalau menceburkan diri di pantai ini. Segarnya air laut akan membasuh rasa capek selama perjalanan.
Kita juga bisa bermain di Pantai Kute, dengan latar Pulau Putri Runduk dan Pulau Jonggi. Pasirnya benar-benar perawan. Gugusan pulau di sekitarnya sungguh mewan.

oke7
Untuk mencapai Pulau Mursala, wisatawan bisa menggunakan speed boat dari dermaga Pantai Pandan, pesisir Kabupaten Pandan, Sibolga. Lama perjalanan sekitar dua jam. Tarif sewa perahu yang ditawarkan sekitar Rp 2 juta untuk pergi pulang (PP). Perahu ini bisa ditumpangi sekitar 20 orang.
Untuk mencapai Sibolga sendiri sudah tersedia penerbangan komersial dari kota Medan. Waktu tempuh dari Bandara Polonia Medan – Bandara FL Tobing Pinangsori Sibolga sekitar 45 menit.

oke5
Jadi, perawanilah segera tempat ini, sebelum banyak tangan-tangan liar menjamahnya. (*)

~ by ariyanto on 16 October 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: