Jerit Malam di Melawai

 

Start gowes dinihari dari basement Graha Pena Jakarta.

Start gowes dinihari dari basement Graha Pena Jakarta.

Menggunakan jalur sepeda di Jakarta pada siang hari? Ah, yang bener aja. Wong kendaraan pribadi dan transportasi publik juga pakai jalur khusus itu kok. Belum lagi sebagian lahan sudah jadi tempat parkir dan lokasi berjualan.
Makanya, aku lebih senang menyusurinya di malam hari. Lebih tepatnya dinihari. Ada sensasi tersendiri ketika ’’jerit malam’’ di situ, ditingkahi burung Gagak yang mengakak di malam hari.
Malam itu, 27 Mei 2011. Angin malam berhembus kencang. Menerobos lincah melalui celah-celah mobil yang sedang parkir di basement Graha Pena Jakarta. Setelah semua halaman Koran dikirim ke percetakan pukul 01.00, aku bersama rekan sekantor, Mas Don (bosku) dan Aro, berangkat dari kantor Jalan Kebayoran Lama 12. Selain olahraga juga ingin mengecek siapa kira-kira yang memanfaatkan jalur itu pada dinihari?
Jalur sepeda di ibu kota hanya ada dua, yakni sepanjang 1,5 kilometer di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, dan 6,7 km di kawasan Kanal Banjir Timur. Total 8,2 km yang dipakai untuk jalur sepeda dari luas wilayah Jakarta 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²). Ada pun menurut data komunitas Bike to Work, saat ini sedikitnya ada 7 ribu orang yang aktif bersepeda ke kantor. Di luar itu diperkirakan bisa mencapai satu juta orang.
Kami memilih jalur sepeda di kawasan Melawai. Selain jaraknya pendek, hanya 1,5 km, juga dekat kantor. Sekitar 2 kilometer kalau lewat Simprug terus ke Taman Ayodya.

Melepas lelah di Taman Ayodya, Keb. Baru, Jakarta Selatan.

Melepas lelah di Taman Ayodya, Keb. Baru, Jakarta Selatan.

Para pedagang kaki lima (PKL) seolah mengucapkan selamat datang ketika kami tiba di Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aroma nasi goreng berkelindan dengan asap sate, menari-nari erotis hingga membangkitkan syahwat perut. Kami rehat sejenak di sini. Berwisata kuliner malam sembari meneguk teh botol dingin. Duh, segarnyaaaa…..
Malam itu, di sekitar taman yang berdiri di atas lahan 7.500 meter persegi tampak muda-mudi asyik menanti datangnya mentari pagi, sembari bermandikan cahaya rembulan. Ada pula yang bercengkerama di tepi danau taman seluas 1.500 meter persegi.

Pedagang nasgor menarik gerobaknya di Jalan Melawai. Para suami ini bekerja keras demi asap dapur keluarganya tetap mengepul.

Pedagang nasgor menarik gerobaknya di Jalan Melawai. Para suami ini bekerja keras demi asap dapur keluarganya tetap mengepul.

Di depan pintu masuk taman terdapat rambu persegi empat bergambar rangka sepeda. Di atasnya ada rambu lingkaran dengan tanda panah ke atas yang berarti lurus terus. Di sinilah start jalur khusus selebar 2 meter itu.
Usai makan, kami menyusuri kembali jalur sepeda itu. Sesampainya di pertigaan, kami belok kiri. Lurus terus hingga bertemu perempatan. Ke kiri Mal Blok M. Ke kanan Jalan Fatmawati. Di depan Jalan Melawai. Kami lurus ke arah Melawai. Di pojok kiri perempatan Melawai terdapat rambu bergambar P kapital putih dengan warna dasar biru. Di bawahnya ada tulisan: PARKIR SEPEDA, dilengkapi garis ke kanan.
Di sini banyak pedagang mangkal. Juga banyak kendaraan parkir. Baik kendaraan pribadi maupun umum. Mereka ya tidak bersalah. Mungkin mereka berpikir siapa sih yang mau gowes dinihari? Cari penyakit saja. Karena itu, daripada mubazir, dia pikir, lebih baik dimanfaatkan.

Suasana di Jalan Melawai lebih hidup.

Suasana di Jalan Melawai lebih hidup.

Tapi hati-hati melintas di sepanjang jalan ini. Jangan pernah sekali-kali gowes sendirian. Berbahaya! Rawan! Banyak copet? Bukan. Banyak setan? Juga bukan. Lah, terus apa dong?
Pssttt….Sini, aku bisikin: ’’Di situ banyak cewek cantik nan seksi yang akan @#$%^&*()_+*/~ ….’’
So, jika ’’jerit malam’’ di jalur ini pada dinihari, sebaiknya ramai-ramai saja. Sebab, kalau iman kita ketinggalan di laci, para cewek jelita ini akan mencopet hati kita. Yang bareng-bareng saja, rasa-rasanya, ’’kuda-kuda’’ ini terus meronta-ronta ingin lepas dari tali kekangannya. Coba kalau tali ini tidak kuat, tidak ada yang memegangi erat-erat, bisa lepas dah nih kuda haha….(*)

~ by ariyanto on 2 September 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: