Grup Seni ’’Citra’’ Kobarkan Nasionalisme dengan Menampilkan ’’Seribu Wajah’’ Indonesia (2-Habis)

Pukul 24.00, Suara Angklung Pecahkan Keheningan

Di hari kedua, penampilan Paguyuban Citra makin seru. Bahkan, ketika show Angklung, para bule seperti ’’keranjingan’’ dan ’’kesurupan. ’’Roh’’ Angklung itu pun tak mau keluar meski acara sudah usai.

Gambar

 ’’In the past, bamboo for the struggle but now for peace and harmony (dulu bambu, bahan baku membuat Angklung, untuk perang mengusir penjajah. Sekarang bambu untuk perdamaian dan harmoni),’’ kata Maestro Angklung, Daeng Udjo, memperkenalkan alat musik khas Jawa Barat itu sebelum unjuk kebolehan pada Jumat malam (14/6) di ballroom Hotel Sheraton Saigon, Ho Chi Minh City, Vietnam.

Malam itu, Daeng tampil bersama 14 anak asuhannya. Sepuluh pemain Angklung berdiri di barisan pertama. Mereka adalah Reni, Heri, Hari, Dady, Kiki, Fitri, Livia, Nining, dan Ganes. Sedangkan empat lagi di barisan kedua. Mereka adalah Vidy sebagai Basses, Gilar sebagai Gambang, dan Chandra sebagai drummer.

Uniknya, instrumen musik bambu ini tak hanya mampu mengiringi lagu-lagu lokal Indonesia, tapi juga pop Barat dan bahkan musik klasik. Daeng yang malam itu sebagai konduktor membawakan lagu klasik berjudul Donou Wellen. Bambu-bambu itu pun mengeluarkan suara khas, menggantikan peran piano. Audiens terkesima. Tak menyangka sebuah bambu, dan musik tradisional itu hanya ada di Indonesia, mampu menghasilkan suara sangat khas dan indah.

Begitu musik dimainkan,audiens memberikan tepuk tangan. Beratus pasang mata tak ingin berkedip, seolah tak ingin melewatkan satu detik pun ’’atraksi’’ bambu itu. Ketika lagu itu selesai, audiens pun standing ovation (tepuk tangan sambil berdiri sebagai tanda penghormatan) hingga beberapa lama.

’’Berikutnya saya akan menyanyikan lagu Vietnam. But I don’t know what is the title,’’ kata Daeng disambut tepuk tangan meriah.

Begitu Angklung dimainkan, tepuk tangan kembali bergemuruh. Kaki pun bergoyang, sembari kepala manggut-manggut saat menikmati Angklung Orchestra Performing.

Lagu ketiga lebih sulit lagi. Judulnya Bohemian Rhapsody. Namun, Daeng berhasil melalui vase sulit itu. Para tamu benar-benar terpukau ketika mereka bisa memainkan lagu klasik karya grup music ’Queen’ yang punya kesulitan sangat tinggi. Kali ini standing ovation berlangsung lebih lama.

Daeng kemudian berinteraksi dengan audiens. Sang maestro yang masuk Guinness Book of World Records di Washington, USA, pada 2011, karena menampilkan ribuan pemain Angklung itu membagikan Angklung kepada audiens. Angklung itu dinamai Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Itu adalah perwakilan pulau-pulau besar di Indonesia.

Daeng menunjukkan cara membunyikan Angklung tersebut dengan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri. Dia lalu memberikan contoh tanda dari Angklung Sumatra sampai Papua. Pemegang Angklung yang sesuai tanda tersebut diminta membunyikan. Kalau Angklung dari Sumatra hingga Papua itu dimainkan, maka akan menghasilkan nada Do, Re, Mi, Fa, So, La, Si, Do.

Untuk latihan pertama, Daeng Udjo mencoba lagu The Beatles. ’’Anda harus ingat ya tanda-tanda tadi. Tidak harus hafal semua, cukup Angklung yang dipegang saja yang dihafal,’’ pesan Daeng. Para audiens tampak antusias namun sedikit tegang karena harus mengamati tanda yang diberikan Daeng. Potongan-potongan suara Angklung itu pun menghasilkan musik indah. Audiens puas.

’’Jangan sekali-kali main sendiri di rumah. Because we can’t play alone (Karena kita tidak bisa memainkan (Angklung) sendirian,’’ canda Daeng disambut tepuk tangan.

’’Do you want play again?’’ (Anda ingin main lagi?) tanya Daeng.

’’Yes!’’ jawab audiens serempak.

Pertanyaan itu diulang sekali lagi.

’’Do you want play again?’’ (kali ini dengan intonasi lebih tinggi)

’’Yessss!’’ jawab audiens makin keras.

’’Please come to Indonesia (Silakan datang ke Indonesia),’’ jawab Daeng lalu disambut tepuk tangan diikuti suara tawa.

Acara Indonesian Cultural Night di hari kedua itu memang benar-benar luar biasa. Paguyuban Citra juga menampilkan Tari Piring. Tarian asal Minangkabau, Sumatera Barat, ini merupakan simbol aktivitas sehari-hari petani. Mulai menanam, memupuk, hingga panen. Tarian ini adalah ekspresi kegembiraan petani.

Penyanyi Tuti Maryati yang mengenakan busana adat Minang itu juga mempersembahkan lagu-lagu Minang dengan sangat merdu. Di antaranya berjudul Lalaruik Sanjo.

Gambar

Di akhir acara, Pendiri dan Pembina Paguyuban Citra Jenderal (Purn) TNI Agum Gumelar didaulat untuk menyanyi. Agum yang ditemani Tuti dan diiringi Amigos Band itu melantunkan lagu Manis dan Sayang, Can’t take my eyes, dan I saw standing there .

Saat Agum menyanyikan lagi dangdut Terajana dan Bambu Leo, para tamu undangan itu naik panggung. Menyanyi bersama-sama mantan Danjen Kopassus itu. Dan, ketika suami Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari itu joget Poco-Poco, audiens pun ikut berusaha menirukan. Kapasitas panggung pun tidak mencukupi hingga terpaksa meluber ke depan panggung.

’’Saya senang pentas Citra malam ini sukses. Tidak sia-sia kita rapat evaluasi hingga tengah malam kemarin,’’ kata Agum saat rapat bersama tim Citra usai acara.

Pukul 24.00. Lobi hotel Sheraton Saigon sudah sepi. Tinggal tim Citra yang masih rapat evaluasi dan merencanakan pentas berikutnya. Di tengah keheningan malam yang dingin, tiba-tiba bunyi suara Angklung memecah kebisuan. Rupanya, belasan bule membunyikan Angklung cukup keras sambil menuju mobil yang menjemputnya di depan pintu masuk hotel. Di antara mereka menjadi konduktor, menirukan gaya Daeng, dan lainnya membunyikan Angklung itu sambil tertawa riang.

’’Kita bangga ya. Mereka saja begitu bangga dengan kebudayaan Indonesia,’’ kata Agum di depan tim Citra. (ariyanto) 

 INDOPOS, 17 Juni 2013

~ by ariyanto on 22 June 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: