Ciptakan Tata Dunia Baru

Oleh
ARIYANTO

60 Tahun Hubungan
Diplomatik Indonesia-Iran

JAKARTA-Tahun ini, hubungan diplomatik Indonesia dan Republik Islam Iran memasuki usia 60 tahun. Banyak kemajuan yang telah dicapai baik dalam konteks kerja sama ekonomi, politik, sosial budaya, pariwisata, dan kerjasama strategis lainnya. Namun, jalinan kerja sama itu jangan hanya berhenti pada level atas. Tapi, harus lebih mengakar ke jantung bangsa, seperti kerja sama antarpengusaha dan organisasinya, lembaga pendidikan dan kebudayaan, ataupun komunitas terkecil, yakni people to people.
’’Karena kerja sama kedua negara baru akan terjalin erat dan nyata jika terjadi kontak intensif pada semua level. Bukan hanya antarpemerintah atau G-to-G,’’ kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H Irman Gusman SE MBA saat membuka The International Historical and Culture Relations Between Indonesia-Iran, kemarin (27/4).
Lebih lanjut senator senior ini mengatakan, kerjasama ini bertujuan memberikan peluang dan menjembatani keinginan kuat kedua negara untuk berinteraksi lebih intensif. Sehingga, mampu menciptakan peluang untuk bersinergi yang kemudian mendorong peningkatan kesejahteraan bagi kedua negara. ’’Hubungan kerja sama kedua negara selama ini selalu berpegang pada prinsip politik luar negeri yang saling menghormati, sejajar, dan setara,’’ ujar dia.
Kedekatan hubungan Indonesia-Iran dapat terlihat pula dari sikap kedua negara terhadap terorisme global. Iran dan Indonesia memiliki sikap dan pandangan sama. Kedua negara mengutuk keras segala tindakan teror yang dapat mengancam umat manusia. Indonesia dan Iran juga menghendaki agar kampanye melawan terorisme internasional dipimpin oleh PBB, serta mendesak perlunya dicapai kesepakatan mengenai definisi terorisme yang selama ini dianggap masih banyak perdebatan.
Sebagai sesama negara muslim, hubungan bilateral Indonesia dan Republik Islam Iran tidak semata-mata bertujuan pragmatis untuk kepentingan masing-masing negara, melainkan juga visi bersama untuk menciptakan tata dunia baru yang adil.
’’Tanpa peningkatan hubungan, menyelaraskan kepentingan bersama, yang terjadi bisa justru sebaliknya. Kemitraan yang komprehensif, saling menguntungkan, dan tidak ada yang mendominasi merupakan dasar untuk membangun hubungan kedua negara agar menjadi lebih erat,’’ ungkap Irman.
Irman juga menekankan dalam pidatonya bahwa momentum ini harus digunakan untuk mengembangkan hubungan bilateral yang saling menghormati dan tetap bekerja sama secara dinamis dan terbuka.
’’Mari bersama-sama, kita bahu-membahu mewujudkan visi bersama Indonesia dan Iran untuk menciptakan hubungan kerja sama yang menguntungkan dan memberikan dampak pada terciptanya tata dunia baru yang berkeadilan dan berkemanusiaan,’’ tutup Irman.
Dalam seminar ini juga dihadiri oleh Prof Dr Ali Akbar Velayati, Penasihat Pemimpin Spiritual Bidang Hubungan Luar Negeri dan Mantan Menteri Luar Negeri Iran pada 1981–1997. (*)

INDOPOS, 28 April 2010

~ by ariyanto on 28 April 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: