Salat di Suhu Minus 5 Derajat Celcius

Oleh
ARIYANTO

Siang itu, suhu di Seoul, Korea Selatan, diperkirakan Minus 5 derajat Celcius. Sangat dingin. Langsung menusuk ke tulang. Bibir bisa kering dan pecah. Namun, cuaca ekstrem Jumat itu (26/3/2010), tak menghalangi Menteri Koordinator Perekonomian M Hatta Rajasa pergi salat Jumat. Padahal, sebagian besar rombongan kementerian terkait memilih menjadi musafir alias boleh tidak salat jumat, Hatta tetap menunaikan kewajibannya.
Usai kunjungan kehormatan ke Perdana Menteri Korea Selatan Chung Un-Chan di Seoul, Hatta meluncur ke Masjid Sentral Seoul yang berlokasi di distrik Itaewon. Masjid yang terletak di jantung Kota Seoul, ini terbesar di Korsel. ’’Selama masih bisa menunaikan salat jumat kenapa tidak,’’ kata Hatta yang sebelumnya mengambil wudu terlebih dulu di Lotte Hotel Seoul.
Hatta tiba di Masjid Sentral Seoul sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Ya, waktu salat jumat di Negeri Ginseng ini memang terpaut 30–60 menit dengan Indonesia. Begitu turun dari mobil, pria kelahiran Palembang ini tampak sedikit kedinginan. Lalu melewati jalan berundak. Lokasi masjid tempat berkumpul komunitas Muslim ini berada di bukit. Angin kencang menyapu wajah. Bibir pun bergetar kedinginan. Di halaman masjid sudah penuh sesak mobil. ’’Untung masih bisa kebagian tempat di dalam, tidak terlalu dingin,’’ kata ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Saya yang diajak secara pribadi oleh Hatta kebagian tempat di dekat pintu. Meski beralaskan karpet, rasa-rasanya seperti duduk di atas freezer. Dua jaket yang saya kenakan, kaus kaki, sarung tangan, plus tutup kepala tak kuasa mengusir dingin yang memagut. Begitu pula para jamaah di kanan kiri saya yang kebanyakan muslim keturunan Turki, sibuk menggosok-gosokkan tangannya, untuk memerangi dingin.
Ceramah hampir setengah jam pun serasa dua jam. Ceramah dilakukan dalam dua bahasa, bahasa Korea dan Inggris. Tidak tahu secara persis apa yang disampaikan penceramah. Tapi, sekilas, membicarakan tentang hal-hal gaib. Aneh juga saya pikir. Negara semaju Korsel tema ceramahnya masih seputar masalah ini. (*)

~ by ariyanto on 19 April 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: