Korsel Tawarkan Energi Listrik Terbarukan

Oleh
ARIYANTO

SEOUL-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian M. Hatta Rajasa melakukan kunjungan kehormatan dengan Perdana Menteri (PM) Republik Korea Selatan Chung Un-Chan di Seoul, Korea Selatan, kemarin. Pada kesempatan ini, pemerintah Korsel menawarkan teknologi listrik terbarukan kepada Indonesia.
”Kita menyambut baik tawaran baik ini. Kami mengundang Anda untuk investasi,” kata Hatta kepada Chung dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja PM, Central Government Complex, 55 Sejong-no, Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan, kemarin (26/3).
Gayung bersambut. Undangan investasi Hatta langsung dijawab Chung. ”Ya kita akan investasi di Indonesia,” jawab Chung.
Namun, Chung meminta masalah perusahaan Koniko di Indonesia yang izinnya akan berakhir. Dia meminta agar ada pembicaraan mengenai perpanjangan. ”Soal itu (izin) sedang kita bahas bersama Pertamina,” ujar Hatta.
Dalam pertemuan yang berlangsung satu jam ini, Chung juga menyambut baik Join Task Force Meeting II ke-2 RI dengan Republik Korea ini. Chung mengharapkan kerja sama ini dapat menghasilkan hal konkret. ”Kita juga berharap ada capaian nyata yang dapat dilaporkan pada Joint Task Force (JTF) III,” harap Hatta. Rencananya JTF III diadakan di Indonesia sekitar Juni tahun depan. Pilihan tempatnya antara Jakarta dan Bali.
Chung mengungkapkan ingin terus meningkatkan hubungan kemitraan dengan Indonesia. Sebab, ekonomi negara berpenduduk 230 jiwa, ini sangat potensial. Selain itu, saat ini warga Korea di Indonesia sudah lebih dari 30 ribu orang. ”Mereka (warga Korea) ingin terus meningkatkan usahanya di Indonesia,” terang Chung.
Usai kunjungan kehormatan Hatta mengungkapkan, saat ini pandangan dunia terhadap dunia sudah berubah. Banyak negara maju, termasuk Korea, yang kagum terhadap ekonomi di Indonesia yang sudah berkembang pesat. ”Karena itu, kita ingin membuka era baru. Kita ingin bekerja sama dengan Korea Selatan karena negara ini punya teknologi canggih. Warga negara kita di Korea Selatan ini juga cukup besar. Ada sekitar 40 ribu. Tiga puluh ribu bekerja di sejumlah perusahaan dan mereka semua skilled labor (tenaga ahli) dan 10 ribunya sedang menempuh studi,” ungkap Hatta kepada INDOPOS. (*)

INDOPOS, 27 Maret 2010

~ by ariyanto on 30 March 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: