Ayat-Ayat Cinta Edisi India

Oleh
ARIYANTO

Film bukan untuk film itu sendiri. Sebab, film juga bisa dijadikan alat untuk memikat wisatawan asing agar mau mengunjungi tempat-tempat menakjubkan di Indonesia. Bagaimana caranya?
Film memang bukan sekadar hiburan. Di dalamnya banyak terkandung pesan dan dapat dijadikan alat untuk memajukan wisata Indonesia. Ini agaknya disadari betul oleh Departemen Pariwisata dan Kebudayaan (Depbudpar). Tapi, tentu saja tidak sembarang film.
Direktur Jenderal Pemasaran, Depbudpar, mencontohkan film Ayat-Ayat Cinta (AAC). Menurut dia, film ini mampu menciptakan kesan positif, sehingga secara tak langsung dapat menarik minat wisatawan asing berkunjung ke Indonesia. Muslim Indonesia digambarkan sebagai sosok yang membawa rahmat bagi sekelilingnya.
Seperti diketahui, di dalam film yang diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman el-Shirazy ini menggambarkan betapa seorang muslim Indonesia mempunyai jiwa penolong, antikekerasan, dan menciptakan kedamaian. Hal itu terlihat dari sosok Fahri (diperankan oleh Fedi Nuril) dan Aisyah (Rianti Cartwright) yang membela dua wanita bule dari cacian orang Mesir serta menyelamatkan Noura (Zaskia Mekka), gadis Mesir, dari siksaan ayah angkatnya.
’’Kita patut berbangga hati karena Indonesia memiliki Hanung Bramantyo, sutradara film fenomenal Ayat-Ayat Cinta (AAC). Sejak diputar Februari 2008 hingga Mei, film ini mampu menyedot 3,8 juta pengunjung,’’ kata Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar kepada saya.
Karena itu, lanjut Sapta, pihaknya menggandeng sutradara AAC Hanung Bramantyo dan produser MD Entertainmen Manooj Punjabi menjadikan film dengan jumlah penonton terbanyak dalam sejarah perfilman Indonesia itu untuk menarik wisatawan mancanegara. Di antaranya dengan memutar film AAC dan jumpa artis yang dikhususkan bagi para wisatawan.
’’Buktinya saat kita memutarnya di XXI Cinema Mega Mal Batam Centre dengan mengundang sekitar 1.000 wisatawan dari Malaysia dan Singapura seperti sekarang ini, mereka sangat antusias,’’ ujar Sapta kepada saya. Dari pantauan saya di gedung sinema tersebut, orang-orang dari negeri jiran, mereka tampak bersemangat ingin menonton film tersebut. Apalagi, mereka juga berkesempatan untuk melihat secara langsung wanita cantik Rosa, penyanyi soundtrack film Ayat-Ayat Cinta, dan aktor utama mereka, Fedi Nuril.
Beberapa ibu yang membawa anak perempuannya berebut ingin memperkenalkan anaknya ke Fedi Nuril yang memerankan tokoh Fahri, mahasiswa Al-Azhar yang kuliah di Kairo, Mesir, yang jadi rebutan gadis-gadis. Bahkan, saya dengar sendiri, ada seorang ibu yang tak mempermasalahkan anaknya itu menjadi istri keduanya ’’Fahri’’. Fahri, dalam film itu, memang menikahi lebih dari satu perempuan alias poligami. Istri pertama bernama Aisyah dan istri kedua bernama Maria. Rupanya, si ibu ini tidak bisa membedakan antara dunia nyata dan dunia peran.
Kembali lagi ke Batam, tempat ini memang sengaja dipilih karena memang berbatasan dengan dua negara tetangga tersebut dan pintu gerbang pariwisata Indonesia. Perjalanan laut hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Tidak hanya itu. Film itu juga akan diputar di Brunei Darussalam. ’’Pak Jero Wacik (Menbudpar, Red) sudah melobi supaya bisa tayang di sana (Brunei, Red). Pemerintahnya ternyata setuju,’’ terang Sapta. Bahkan, lanjut dia, film religius itu juga akan segera tayang di India dan Hongkong menggunakan bahasa Mandarin dan India.
Direktur Film, Depbudpar, Ukus Kuswara, menambahkan, film memang cukup efektif untuk menyampaikan pesan. Karena itu, pihaknya juga berencana membuat film serupa untuk mempromosikan daerah-daerah yang indah di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga ingin mengundang para produser film dunia agar membuat film di Indonesia.
’’Dengan memilih tempat-tempat yang eksotis, secara otomotis telah mempromosikan Indonesia. Tapi film saja tentu tidak cukup. Harus diikuti strategi pemasaran lainnya dan didukung dengan sarana dan prasarana yang dapat membuat nyaman mereka. Dan yang paling penting situasi aman harus tetap dijaga bersama, supaya target jumlah wisatawan 7 juta tahun ini dapat tercapai,’’ harap dia.
Sementara itu, produser MD Entertainment Manooj Punjabi mengatakan, film AAC ini sangat layak ditonton oleh seluruh masyarakat dunia. Setelah di Singapura dan Malaysia, dia berusaha film ini dapat ditayangkan di Hongkong, India, dan bahkan di USA. ’’Jumlah umat Islam di Amerika sekarang sudah mencapai 20 juta orang,’’ ungkap dia. (*)

~ by ariyanto on 16 May 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: