Menggali Potensi Pariwisata di Tapal Batas

Oleh: Ariyanto

16-Nov-2008, 10:42:48 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia – Pemerintah terus memaksimalkan pembukaan daerah-daerah perbatasan sebagai pintu gerbang pariwisata. Setelah Batam, pemerintah kini merambah ke Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Ini dilakukan untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari negeri Jiran.

Untuk mempromosikan wilayah Entikong yang berbatasan dengan Kuching, Sarawak, Malaysia Timur; salah satu yang dilakukan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) adalah menggelar acara ”Konser Musik Perbatasan Entikong”, 1 November 2008 lalu. Acara ini menampilkan artis terkenal seperti ”Ratu Ngebor” Inul Daratista dan Didi Kempot serta kesenian tradisional.

Yang terakhir ini lebih ditekankan karena kesenian daerah perbatasan memiliki tendensi tinggi untuk diakui kepemilikannya oleh negara tetangga yang bisa mengulang kasus kesenian Reog Ponorogo.
Puluan ribu orang menghadiri acara yang berlangsung di lapangan Kecamatan Entikong, sekitar lima ratus meter dari perbatasan. Mereka tidak hanya dari Kalimantan Barat, tapi juga negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Beberapa warga dari negara jiran yang ditemui penulis di kompleks Imigresen Tebedu, Sarawak, Malaysia Timur, mengaku ingin sekali datang ke Konser Musik Entikong karena pesona si Ratu Ngebor. ”Saye pengagum berat Inul. Kalau di Malaysie kite tak bise (melihat). Tak elok,” kata Muhamad Datok, yang datang bersama anggota keluarganya menggunakan mobil pribadi. Lain halnya Sulaiman dan kawan-kawannya yang datang ke Entikong menggunakan kereta awam (angkutan umum). ”Kite berempat suka hiburan. Tiketnye gratis lagi,” ujar Sulaiman yang diiyakan kawan-kawannya.

Menurut sekuriti Imigrasi Entikong, tiket konser memang diberikan cuma-cuma agar masyarakat dari negeri jiran berdatangan. Pihaknya juga memperpanjang waktu buka pintu perbatasan hingga pukul 22.00. Padahal, biasanya sore sudah kita tutup. Mengapa memilih konser musik untuk menarik wisatawan?

Pelayanan PrimaAda yang menarik di Entikong ini. Berkenaan dengan Visit Indonesia Year 2008 dan kebijakan pemerintah yang menargetkan 10 juta wisatawan mancanegara pada 2009, pemerintah telah memberlakukan Visa on Arrival (VoA) atau Visa Kunjungan di Entikong, Kalimantan Barat. Peresmiannya bersamaan dengan konser musik Entikong.

Dengan layanan ini, mereka yang ingin meneruskan kunjungan wisata ke Kalimantan Barat, cukup mengurus visa di pintu perbatasan Entikong. Tak perlu ke Jakarta. Tentu saja ini langkah yang patut diberikan apresiasi. Birokrasi di Indonesia telah mulai memberikan kemudahan. Motto lama kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah tampaknya mulai dibuang jauh-jauh.
Namun, VoA saja tidak cukup. Selain menghilangkan hambatan birokrasi, pemerintah juga harus meningkatkan kerja sama dengan swasta maupun masyarakat setempat untuk memanjakan para wisatawan sehingga mereka bisa betah berlama-lama tinggal tujuan wisata.

Di antaranya menyiapkan tempat penginapan murah, nyaman, dan aman, memberikan kemudahan akses menuju destinasi wisata dengan menyiapkan panduan tempat wisata menarik sekaligus pemandu, serta menjamin ketersediaan air bersih maupun pasokan listrik. Terpenting lagi adalah keramahan warga sekitar sehingga memberikan kesan nyaman dan aman kepada wisatawan.

Partisipasi Masyarakat
Hal yang membuat wisatawan tergerak mengunjungi suatu daerah karena di tempat itu mempunyai daya tarik, baik daya tarik alam maupun kebudayaan. Bagaimana jika sebuah daerah tidak mempunyai wisata alam?

Tak perlu pesimistis. Sebab, masih ada satu lagi, yaitu wisata budaya. Bisa berupa tarian, adat istiadat, ataupun kerajinan tangan. Untuk itu, pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah harus mampu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Caranya bisa dengan memberikan pinjaman lunak untuk membuka usaha souvenir maupun pelatihan kewirausahaan. Inilah yang tampaknya belum maksimal dilakukan.

Setidaknya, masyarakat perbatasan sebagiannya masih lebih tertarik mencari nafkah di negeri tetangga sekalipun dengan cara ilegal. Lihat saja di pintu perbatasan Entikong. Ratusan warga antre di pintu gerbang ingin bekerja ke Malaysia maupun Brunei Darussalam. Ini terjadi karena di daerahnya lapangan pekerjaan yang ada belum menjanjikan.

Pemerintah juga perlu memoles wajah perbatasan agar tampil lebih cantik lagi. Disparitas jangan sampai terlalu jauh antara Negara Indonesia dan Negara tetangga, agar tidak merangsang warga Negara Indonesia merantau ke negeri jiran. Jika daerah perbatasan dibangun, wisatawan barangkali juga makin betah karena tidak melihat perbedaan mencolok.

Inilah yang rupanya belum dilakukan. Perbedaan Tebedu, Sarawak, Malaysia Timur, dan Entikong, Kabupaten Sanggau, ibarat siang dan malam. Barangkali juga di daerah perbatasan lainnya. Mulai sarana dan prasarana hingga kebersihannya.

Koordinasi Lintas Instansi
Ada interdependensi satu dengan instansi lainnya. Kesuksesan pariwisata tentu saja tidak terlepas dari peran serta dari stakeholder terkait. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian. Begitu pula Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Berdasarkan Inpres No 7/2006, setidaknya ada 17 instansi terkait yang dapat menunjang kesuksesan pariwisata Indonesia. Di antaranya peran serta dari Departemen Perhubungan, Departemen Pekerjaan Umum, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terkait pembangunan infrastruktur.

Untuk itulah, koordinasi perlu lebih ditingkatkan lagi. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik harus aktif mengajak berkoordinasi jika ingin target tujuh juta wisatawan pada 2008 ini bukan sekadar mimpi.

Namun, seringkali kendalanya memang terletak pada pelaksanaan teknis. Masing-masing departemen atau instansi biasanya terjebak dalam ego sektoral. Maka, solusinya adalah seperti motto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono: ”Bersama Kita Bisa”. Bukannya: ”Bersama Kita Bisa (Apa)?”. (*)

Ariyanto, Alumnus S-2 Ilmu Filsafat UI, Depok

~ by ariyanto on 28 December 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: