Komik Nabi yang Kontroversial Itu

Oleh Ariyanto

Komik yang melecehkan Nabi Muhammad SAW kembali muncul. Kali ini komik tersebut dibuat dalam versi Indonesia. Selain memunculkan gambar Nabi, komik itu juga penuh penghinaan terhadap nabi terakhir umat Islam itu.
Komik tersebut dibuat dalam sebuah blog yang dihosting di wordpress.com. Dalam blog itu tertulis bahwa komik itu diposting di bagian humor pada 12 November 2008. Komik ini tersebar dari orang ke orang lewat instant messenger dan surat elektronik (email).
Ada dua cerita dalam komik tersebut. Pertama berjudul Muhammad dan Zainab. Kedua berjudul Kartun Sex Muhammad dengan Budak. Dua kartun tersebut banyak sekali menampilkan gambar yang disebutnya sebagai Nabi Muhammad. Pada Muhammad dan Zainab, misalnya, Nabi digambarkan sebagai sesosok orang berjubah hijau lengkap dengan sorbannya. Wajah Nabi berewokan. Padahal Islam melarang sosok Nabi Muhammad dihadirkan dalam gambar, foto maupun film. Bila ada kisah tentang Nabi Muhammad, hanya boleh ditampilkan dengan tulisan.
Tak hanya menampilkan gambar Nabi, komik di wordpress.com ini juga menggambarkan Muhammad sebagai sosok yang tidak pantas. Komik ini bercerita tentang kisah pernikahan Muhammad dengan Zainab yang merupakan mantan istri dari anak angkatnya, kisah Muhammad dengan Aisyah dan kisah Muhammad dengan budaknya, Mariah. Tiga kisah ini memang sering dijadikan senjata untuk memojokkan Islam.
Gambar-gambar Zainab dan Mariah dalam kartun ini ditampilkan dengan pakaian yang menggoda bahkan ada yang telanjang. Komik itu juga mengutip ayat-ayat Alquran dan hadis dengan penafsiran versi si komikus yang sangat menyesatkan.

Mengulang Kemarahan Umat

Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya, anggota parlemen Belanda Geert Wilders juga merilis film berjudul Fitna yang mendiskreditkan Islam. Fitna dirilis Wilders secara gratis melalui You Tube. Film berdurasi sekitar 15 menit itu berisi tentang interpretasi ajaran jihad Islam yang identik dengan kekerasan dan menumpahkan darah.
Sebagaimana film Fitna yang banyak dikecam, termasuk oleh penganut agama lainnya dan bahkan dari Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen, kartun nabi Muhammad ini juga menuai protes keras. Selain dari organisasi Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, juga dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).
Untungnya, pemerintah cukup sigap dan tidak gegabah dalam menyikapi hal ini. Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) langsung menegur wordpress dan meminta untuk segera memblokir. Ketika penulis mencoba membuka lapotuak.wordpress.com, alamat kartun nabi Muhammad, pada tengah malam (19/11/2008), ternyata sudah diblokir. Di blog itu tertera tulisan This blog has been archived or suspended for a violation of our Terms of Service.
Kita patut memberikan apresiasi terhadap pemerintah yang sangat responsif. Agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah harus tegas kepada siapa saja dalam lolosnya informasi berbau pelecehan terhadap suku, agama, ras dan golongan (SARA) tersebut. Sebab, hal itu jelas-jelas melanggar UU 32/2002 tentang Penyiaran, UU 11/2008 tentang Transaksi dan Informasi Elektronik, maupun melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penistaan terhadap agama.
Dari setiap kejadian yang menyangkut dugaan penistaan terhadap agama, masyarakat juga harus lebih dewasa dalam menyikapi. Jangan sampai hal itu mengoyak kerukunan antarumat beragama yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Jangan pula memunculkan kecurigaan terhadap kelompok agama lain. Apalagi sampai terprovokasi dan berbuat anarkis. Inilah yang harus senantiasa diwacanakan baik oleh pemerintah dan pemuka berbagai agama. Perlu diketahui, ini hanyalah ulah mereka yang mencari sensasi murahan dan ingin memecah belah dan mengadu domba umat.

Menertibkan Blogger

Selama ini, bisa disebut para blogger adalah wartawan ’’paling bebas’’ sedunia. Mereka bisa menuliskan apa saja. Mulai hal positif hingga negatif seperti bernuansa SARA maupun pornografi. Tidak ada yang menyensor atau pun mengedit tulisannya. Blogger ibarat wartawan sekaligus redaktur, pemimpin redaksi, dan bahkan direktur utama.
Karena itu, mereka tak khawatir tulisannya tidak dimuat. Sebab, blogger sendiri yang mendirikan media dengan membuat blog. Bisa melalui hosting di wordpress.com, blogspot.com, maupun hosting lainnya. Dan ketika menulis, tak peduli apakah tulisan itu melanggar kode etik jurnalistik apa tidak. Tak acuh apakah bertentangan dengan UU No 40/1999 tentang Pers. Sekali lagi tidak ada yang dapat menyortir tulisannya kecuali moralitas dari si blogger itu sendiri.
Pesta Blogger Indonesia yang digelar mulai 2007 mestinya dapat dijadikan ajang untuk mencerahkan mereka sehingga menjadi blogger yang bertanggung jawab dan menulis sesuatu yang dapat membawa kepada perubahan yang lebih baik. Perlu pula dilakukan kontrak sosial agar tidak menulis sesuatu yang berbau SARA.
Namun, ini sifatnya hanya seruan moral. Perlu ada tindakan lebih tegas lagi untuk kepada blogger yang menyesatkan. Oleh sebab itu, untuk memberikan pelajaran dan efek jera kepada mereka yang tidak bertanggung jawab terhadap tulisannya, Depkominfo harus segera menertibkan mereka. Baik dengan cara persuasif seperti mengajak berdialog sebagaimana pernah dilakukan Depkominfo saat pesta Blogger 2007 maupun cara preventif dengan memblokir. Pihak kepolisian dan kejaksaan juga harus mengusut tuntas siapa pelaku yang sengaja menyebarkan informasi yang dapat melukai perasaan umat beragama.
Dari kejadian ini, alangkah arif dan bijaksana jika pihak wordpress.com, blogspot.com maupun yang lainnya juga mulai memikirkan apakah perlu menyortir setiap tulisan berbau SARA, termasuk tulisan yang melecehkan umat beragama, , dan tulisan maupun gambar porno lainnya. Tapi ini jelas bukan pekerjaan ringan. Yang efektif memang masyarakat sendiri yang menyortir dengan cara tidak membacanya, apalagi menanggapinya!

Ariyanto, Alumnus S-2 Ilmu Filsafat UI, Depok

~ by ariyanto on 28 December 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: