Oase di Tengah Tingginya Biaya Mudik

Oleh

Ariyanto

Bagi sebagian besar perantau di Jakarta, kegiatan mudik ke kampung halaman merupakan agenda tahunan yang wajib dilakukan. Kegiatan rutin ini bahkan tidak hanya sebuah fenomena sosial, melainkan sudah menjadi peristiwa religius. Mudik tak hanya dianggap kegiatan ’’fisik’’, tapi juga ’’metafisik’’, yaitu kembalinya manusia ke asal.

Namun biaya mudik yang tinggi seringkali menjadi beban. Tapi tidak usah cemas. Sebab, sekarang ini, makin banyak saja perusahaan yang menggelar mudik bareng. Di antara perusahaan yang mengadakan mudik bersama itu adalah Tolak Angin, Sariwangi, Holcim, dan PT Sido Muncul.

Sariwangi misalnya. Sore ini (8/10), seratus lima puluh pemenang Sari Wangi Mobil Mudik 2007 yang berangkat dari Jakarta akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai mudik bareng di RM Bebek Bali Taman Ria Senayan, Jakarta Pusat. Dalam acara ini, Sari Wangi melakukan pelepasan secara simbolik bagi keluarga peserta yang akan menempuk perjalanan mudik dengan Sari Wangi Mobil Mudik. Rencananya mereka berangkat mulai 10 Oktober hingga 17 Oktober 2007.

Tahun ini, Holcim Indonesia juga akan memulangkan lebih banyak lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Yaitu memberangkatkan 5.000 ahli bangunan yang merupakan salah satu mitra terbaik. Acara mudik yang ketiga kalinya diadakan Holcim ini akan dilepas oleh Priyanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik kemarin, pada pagi ini (8/10) di Parkir Timur Senayan. Tolak Angin juga tidak mau ketinggalan. Kemarin, perusahaan jamu itu mulai melakukan mudik bareng.

Tradisi tahunan ini juga dilakukan PT Sido Muncul. Sebanyak 16 ribu pemudik yang notabene pedagang jamu beserta keluarganya kemarin mengikuti program mudik gratis di PRJ Kemayoran. Seperti tahun sebelumnya, mereka sudah berdatangan ke lokasi sejak pukul 05.00 untuk memadati 260 bus yang disediakan. Dengan membawa tiket bus di tangannya mereka langsung menuju bus masing-masing. Kota tujuan yang disediakan adalah Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjar Negara, Solo dan Wonogiri. Keberangkatan para penjual jamu se-Jabotabek secara serentak akan diberangkatkan pada hari yang sama. Selain dari Pekan Raya Jakarta juga dari Bandung, Bogor, Tangerang, Cikampek, Cibinong dan Cilegon.

            Acara mudik gratis itu dilepas oleh Menhub Jusman Syafii Djamal; Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Suryadharma Ali, Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta; Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta; Ketua PBNU Gusdur dan Ketua PDIP Megawati Soekarno Putri dan beberapa pejabat terkait seperti Alvin Lie, Bambang Sadono, dan Bibit Waluyo serta seluruh bintang iklan Sido Muncul di antaranya Maia Ahmad, Lula Kamal, Donny Kesuma, Chris John, Rieke Dyah Pitaloka, Vega Darwanthi dan Trio Macan.

            Sementara itu, PT Bintang Toejoe menggelar acara mudik bareng dengan cara berbeda. Bersama pedagang asongan produk “Extra Joss” dan warung makan Extra Joss, mudik Lebaran dengan menggunakan kereta api dan sepanjang perjalanan dihibur band papan atas ’’Ungu’’, Boomerang dan dipandu presenter kocak Dik Doang. Sehingga acara mudik yang diikuti sekitar 1.300 pedagang asongan itu dijamin lebih nyaman dan tidak membosankan.

Selain itu, kereta mudik Extra Joss juga berhenti di 4 stasiun untuk memberi kesempatan pada para pemudik untuk ’’menyegarkan’’ kaki dan badan sambil dihibur band dan artis lokal. Empat stasiun yang jadi tempat persinggahan adalah Cirebon, Tegal, Semarang dan terakhir di Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

’’Pada para pemudik yang berhenti di Surabaya akan disuguhi oleh panggung rohani dengan menampilkan penyanyi Opick,’’ kata Presiden Direktur PT Bintang Toejoe, Budi Dharma Wreksoatmojo dalam percakapan dengan wartawan, di sela pemberangkatan Kereta Mudik Extra Joss di Stasiun Senen, kemarin (7/10).

Kereta diberangkatkan secara resmi oleh Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal. Dalam sambutannya, Menhub Jusman yang didampingi Dirjen Perkeretaapian Soemino Eko Saputro mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan perusahaan dalam program sosialnya dengan menyediakan transportasi gratis. Hal itu tidak saja membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga kemudahan dalam mendapatkan transportasi.

’’Karena itu, di masa depan diharapkan makin banyak perusahaan yang menggelar kegiatan serupa, sehingga masyarakat bisa lebih mudah karena tidak perlu berdesak-desakan untuk mendapatkan tiket dan murah karena gratis. Dana yang ada jadi bisa untuk membeli oleh-oleh untuk memeriahkan lebaran di kampung halaman,’’ kata Jusman.

Budi Dharma menegaskan, kereta mudik Extra Joss menggunakan kereta non reguler yang dijamin tidak akan mengganggu jumlah kereta yang diperuntukkan  bagi para pemudik reguler yang ingin menggunakan kereta api. ’’Kereta Mudik Extra Joss nantinya langsung kembali ke Jakarta untuk mengangkut pemudik tahap dua yang akan diberangkatkan pada 9 Oktober mendatang. Setiap keberangkatan sebanyak 640 orang yang dibagi dalam 10 gerbong,’’ kata Budi Dharma yang berharap Kereta Mudik Extra Joss ini bisa menjadi momen yang mengesankan bagi para pemudik.

Budi Dharma menambahkan, selain menggunakan kereta api, Joss Mudik 2007 juga menggunakan 350 bis pariwisata. Sehingga jumlah keseluruhan yang pemudik yang berangkat dalam Joss Mudik 2007 sebanyak 23.000 orang. Pedagang asongan dan warung makan Extra Joss yang ikut dalam Joss Mudik 2007 tidak dikenakan syarat jumlah pembelian. Mereka adalah yang selama ini terdaftar di “Bandar” atau koordinator asongan Extra Joss yang ada di terminal dan pasar.

Untuk Joss Mudik dengan bus, Budi Dharma mengatakan, akan dilaksanakan di lapangan Monas Jakarta Pusat pada 10 Oktober. Sebanyak 350 bus akan mengantar para pemudik di kota-kota besar di Pulau Jawa. Acara pelepasan rencananya dilakukan oleh Gubernur DKI yang baru, Fauzi Bowo.

Menariknya dari program Joss Mudik 2007 adalah PT Bintang Toejoe memberi bantuan untuk perbaikan fasilitas umum seperti jembatan, wc umum, masjid balai desa, di beberapa desa pemudik terpilih senilai Rp 100 juta. ’’Kami melihat bahwa program mudik yang dilakukan perusahaan selama ini hanya memanjakan para pemudik saja, tetapi masyarakat tempat tujuan pemudik tidak mendapat perhatian. Karena itu, kami menggagas bantuan desa agar masyarakat desa juga mendapat manfaat dari program tersebut,’’  tutur Budi Dharma.

            Maraknya perusahaan menggelar mudik bareng ini tentu sangat menggembirakan bagi masyarakat tertentu yang kesulitan biaya mudik. Ini merupakan bentuk partisipasi publik di dalam meringankan beban penderitaan masyarakat. Seyogyanya, acara ini terus dilakukan tiap tahun dengan menambah jumlah armada angkutan, memperluas kota tujuan, dan meningkatkan pelayanan publik. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. (*)

*Terbit di Indo Pos, 8 Oktober 2007

~ by ariyanto on 8 October 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: