Jalan Bareng Putri Proklamator

Oleh

Ariyanto

Dari lima menteri yang meninjau stan program pemberdayaan masyarakat, DR Meutia Farida Hatta Swasono paling menyita perhatian kaum perempuan. Mereka berebut foto bareng putri proklamator RI Mohammad Hatta dan minta ’’wasiat’’. Apa ’’wasiatnya’’?

Usai memberikan bantuan kepada masyarakat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Jumat (3/8) lalu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP) Meutia Hatta beserta keempat menteri lainnya meninjau stan program di Pontianak

Timur, Kalimantan Barat. Mereka adalah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, dan Menteri Percepatan Desa Tertinggal Lukman Edi.

        Begitu masuk ruangan, ibu-ibu langsung memanggil-manggil nama Meutia. ’’Bu ke sini, kerupuk khas sini enak lho,’’ ujar seorang ibu yang menjual aneka makanan tradisional. Meutia pun menghampiri dan mencobanya. ’’Hmmm, benar, enak sekali,’’ kata Meutia memuji. Usai mencicipi, beberapa pemilik stan kemudian berebut ingin foto bareng. Begitu pula ibu-ibu lainnya yang ada di ruangan tersebut. ’’Bu foto bareng dong,’’ pinta seorang ibu. ’’Duuuh…. ibu (Meutia) cantik sekali. Apa sih resepnya?’’ tanya seorang ibu. Ditanya begitu, Meutia hanya tersenyum. Satu selesai, ganti ibu-ibu lainnya yang minta foto bersama.

        Bahkan, tidak sedikit ibu-ibu yang meminta ’’fatwa’’. ’’Bu kita diberikan masukan dong. Diminta begitu, perempuan kelahiran Jogjakarta, 21 Maret 1947, ini hanya tersenyum lalu mengatakan, ’’Kaum perempuan harus maju, meningkatkan kerja sama, terus memperbaiki produk, pemasaran dan pengemasan agar diminati para pembeli.’’. Kemudian, Meutia diminta menuliskan ’’fatwa’’ itu di sebuah buku dan ditandatangani. Menteri berwajah ayu itu pun memenuhinya.

Setelah itu, Meutia beralih ke tempat lain. Melihat tabel Perkembangan modal Simpan Pinjam Perempuan (SPP) berdasarkan kabupaten. Meutia geleng-geleng kepala menyaksikan tabel tersebut. ’’Lihat, perempuan ternyata lebih jago berbisnis. Rata-rata pengembalian kreditnya 97 persen. Ini bukti kaum hawa lebih bagus dibandingkan laki-laki,’’ kata dia sambil menunjuk tabel tersebut.

Meutia membaca pelan tabel tersebut. Kabupaten Sanggau tingkat pengembalian 92 persen, kabupaten Sambas 99 persen, dan Sekadau 100 persen. Dari modal ketiga kabupaten yang berjumlah sekitar 2 juta, modal sekarang menjadi sekitar 4 juta. Rata-rata pengembaliannya 97 persen. Usai membaca, dia bilang ke Aburizal Bakrie yang ada di sampingnya. ’’Pak Ical (sapaan akrab Aburizal), lihat perempuan selalu lebih bagus dari laki-laki. Buktinya kredit yang dikembalikan perempuan lebih baik daripada laki-laki,’’ kata dia yang disambut tepuk tangan ibu-ibu.

Kaum perempuan diberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas seperti bagaimana membuat administrasi. ’’Memang perempuan lebih banyak dan cepat yang mengembalikan kreditnya,’’ kata Saifan Nur, koordinator Provinsi Kalimantan Barat untuk program PNPM. ’’Dalam PNPM, suara kaum perempuan didengar, kami juga dilibatkan dalam musyawarah dan pembangunan dan bergerak di sektor ekonomi. Kami senang bisa membaur, malah bisa mendapat tambahan penghasilan. Kami juga bangga bisa berperan dalam pembangunan di desa kami,’’ ujar salah seorang ibu. (*)

*Terbit d Indo Pos, 6 Agustus 2007

~ by ariyanto on 21 September 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: