PBB Bidik Aceh

Oleh
Ariyanto

Pemberlakuan syariat Islam di Aceh mulai mendapat sorotan dunia internasional. Banyaknya penyimpangan terkait pendiskriminasian terhadap perempuan dinilai justru berlawanan dengan nilai-nilai hukum Islam sendiri. Sebab, perempuan dalam Qanun (perda) Aceh lebih sebagai objek yang menjadi sasaran tembak para ’’polisi syariah’’ (wilayatul hisbah). Padahal, sebagai objek dan subjek hukum, perempuan mempunyai hak dan kewajiban sama. Praktis, pendiskriminasian perempuan yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menjadi kajian serius dari badan PBB UNIFEM.

Menurut Dr jean D’Cunha, Regional Director of UNIFEM, dalam waktu dekat, pihaknya akan meninjau pemberlakuan syariat Islam di Aceh. Bersama ’’polisi syariah’’ dan aparat setempat serta para cendekiawan Islam, UNIFEM akan melakukan evaluasi penerapan syariat Islam yang banyak merugikan perempuan.
Dia berargumen, sebenarnya, meski tidak diterapkan syariat Islam, banyak di negara Islam seperti Malaysia tetap survive dalam melindungi hak-hak laki-laki dan perempuan. Dalam negara tersebut, nilai Islam diterapkan sepenuh hati. Tapi eksistensi hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan tetap terjamin dan tidak ada yang ditindas satu dengan lainnya.
Sehingga, dengan banyaknya negara Islam yang tidak menerapkan syariat Islam, dia berharap Aceh bisa mengambil nilai positif penerapan hukum yang mengadopsi nilai Islam itu. Selain itu, untuk meyakinkan pemerintah Aceh, pihaknya juga akan menggandeng para cendekiawan muslim untuk merumuskan hukum Islam yang lebih humanis dan menghormati hak-hak perempuan. ’’Akibat penerapan qanun itu, persamaan gender yang terus diperjuangkan menjadi semakin menurun,’’ ungkapnya di sela-sela konferensi internasional dan workshop bertajuk Women for Peace di Hotel Nikko, kemarin.
Aktivis perempuan yang juga Ratu Yogyakarta GKR Hemas menyatakan, perda syariat yang saat ini mulai banyak bermunculan di berbgai daerah bukan hanya membelenggu perempuan dalam berkreativitas. Tapi juga untuk pelayanan publik. Sebab, tidak sedikit di antara perempuan yang ikut ambil bagian dalam perencanaan dan pengambil kebijakan publik.
Dia mencontohkan, jika larangan keluar malam diberlakukan bagi perempuan, banyak di antara perempuan menjadi tidak kreatif dan semakin mengalami kemunduran. Seperti halnya para perempuan yang duduk di parlemen tidak mungkin harus pulang sore sementara masih ada agenda pembahasan agenda untuk masyarakat pada malam hari.
’’Kalau seperti ini bagaimana. Itu belum yang melakukan bisnis yang mengharuskan keluar malam hari. Partisipasi perempuan dalam dunia sosial, ekonomi dan politik akan semakin mudur. Ini jelas tidak sesuai semangat persamaan gender,’’ tandasnya.
Kirsty Sword Gusmao, istri Xanana Gusmao (presiden Timor Leste) menambahkan, partisipasi perempuan dalam dunia publik harus terus ditingkatkan. Jika tidak, kemunduran akan terus berlangsung dengan banyaknya peraturan yang tidak akomodatif. Seperti halnya di Timor Leste, secara perlahan, perjuangan persamaan gender terus berlangsung. Meskipun selama ini tidak didukung dengan anggaran dana yang cukup.
Namun, tudingan diskriminasi itu dibantah pemerintah NAD. Pasalnya, qanun justru bertujuan memuliakan kaum perempuan. ’’Kita membuat peraturan untuk kebaikan kaum perempuan sendiri,’’ kata Drs Nurdin F. Joes, kepala bagian Humas Pemprov NAD ketika ditemui Indo Pos di kantornya. ’’Mereka yang menolak syariat itu perspektifnya bukan Alquran, sementara kita merujuk kepada kitab suci,’’ tukas H. Burhan SH MM, kabag Peraturan Perundang-undangan Biro Hukum Setda Provinsi NAD. (*)

*Terbit di Indo Pos, 1 Mei 2007

~ by ariyanto on 11 May 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: