Urus Bisnis, Lewati Delapan Belas Meja

Oleh
Ariyanto

Birokrasi punya peran sangat penting dalam membentuk wajah dunia usaha. Hukum melalui peraturan-peraturannya yang dibuat para birokrat dapat menentukan positif dan negatifnya iklim tersebut. Jika peraturan yang dibuat bagus dan mendukung, maka dunia bisnis akan berkembang dengan sendirinya. Tapi sayang, ’’motto’’ birokrasi kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah belum berubah sepenuhnya. Akibatnya, dunia usaha pun sulit berkembang.
’’Ketika kita mengurus sesuatu dengan pemerintah, selalu pelayanannya dipersulit. Mereka bilang, dengan uang pelicin maka semua urusan itu selesai. Jika sebelum reformasi harus melewati delapan meja, sekarang menjadi delapan belas,’’ kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sandiaga Uno dalam diskusi reformasi birokrasi di Gedung Graha Pena Indo Pos kemarin.
Selama ini, sektor informal yang sebagian besar usaha kecil dan menengah (UKM) memang banyak yang hidup di bawah tanah. Kelompok ini berada di luar garis hukum legal, tidak formal, dan dengan pendapatan yang rendah. Itu karena usaha-usaha mereka banyak dihambat hukum. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya melakukan hubungan dengan pemerintah. ’’Padahal dalam menciptakan suatu aktivitas usaha akan berhadapan dengan birokrasi. Dan, untuk ’’berdansa’’ itu harus berdua,’’ ujar Sandiaga menganalogikan.
Pengusaha muda berwajah tampan ini menambahkan, tidak kondusifnya hukum dan birokrasi membuat pertumbuhan ekonomi tidak tercapai. Sektor riil tidak bergerak. Dunia usaha pun semakin tidak percaya terhadap institusi pelayanan publik. Pemerintah semestinya bisa menghilangkan citra buruk bagi dunia usaha. Bukan malah menjadi momok menakutkan.
Birokrasi seyogyanya tak lagi menjadi penghambat. Tapi, jadi motor penggerak perekonomian nasional. Di sinilah perlunya reformasi birokrasi. ’’Semoga ini bisa diatasi dengan Institut Reformasi Birokrasi (IRB) ini,’’ harap Sandiago.
Buruknya birokrasi ini juga dikemukakan oleh Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah, komisaris utama PT Perkebunan Nusantara VI (Persero), Jambi, Sumatera Barat, yang juga anggota steering committe IRB. ’’Persoalan birokrasi di Indonesia memang tidak banyak kemajuan. Untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik, reformasi politik saja tidak cukup. ’’Harus diikuti reformasi birokrasi. Tapi reformasi ini harus terukur dan kontinu. Ukurannya sederhana, yaitu memberikan layanan kepada rakyat. Jadi siapapun presidennya, values inilah yang harus dimiliki,’’ tutur dia.
Sementara itu, DR Anthony Marinac, Director, Research Senate Procedure Office Australia lebih menyeroti kepada pentingnya pertanggungjawaban. Pertanyaannya adalah akuntabilitas mana yang akan diterapkan di Indonesia? Selama ini, kata dia, begitu susah mencari pemisahan antara politisi dan birokrasi di Indonesia. ’’Di Australia, pegawai negeri tidak bisa membantu politisi,’’ kata dia.
Ketidakefisienan memang menjadi problem bagi dunia usaha. Di Australia, terang Anthony, kalau ada pengusaha yang mendapat kesulitan, bisa datang ke Senat. ’’Senator dapat langsung mencari pegawai tersebut mengapa harus melewati delapan belas meja. Intinya memang setiap birokrat akan diminati pertanggungjawabannya,’’ tegas dia.
Anthony sendiri juga akan ditanya apa tujuannya datang ke Indonesia, hasilnya apa, habis biaya berapa, dan lain-lain. Karena rakyatlah yang membayar pajak, sehingga mereka berhak tahu. Dengan dimintai pertanggungjawaban, mereka sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat. ’’Itulah pelayanan yang kita lakukan di Senat Australia,’’ kata dia. (*)

*Terbit di Indo Pos dan JPNN, 3 Mei 2007

~ by ariyanto on 4 May 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: