Mimpi Indah Singapore River

Oleh
Ariyanto

Tak terbayang bagaimana senangnya jika lima hingga sepuluh tahun mendatang Jakarta menjadi kota besar yang tertata apik menghadap ke garis pantai di teluk Jakarta. Tapi ini bukan mimpi. Pemprov DKI sudah mempunyai rencana ke arah itu. ’’Garis pantai akan terus berubah. Dalam reklamasi Teluk Jakarta, semua akan mengarah pada pembangunan Jakarta menjadi Water Front City,’’ jelas Kosasih Wirahadikusumah, kepala Badan Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) saat itu, kepada Indo Pos kemarin.

Sejak beberapa bulan terakhir, bersama lembaga terkait BPLHD mengerjakan proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Berbagai kegiatan observasi yang dilakukan baik mengenai perubahan garis pantai maupun kasus pencemaran air laut ternyata hanya merupakan sebagian kecil dari megaproyek Pemprov DKI hingga 2010 nanti. ’’Kota Jakarta yang akan kita bangun tidak sekadar Sea Water Front, tapi benar-benar Water Front City,’’ papar laki-laki asal kota kembang Bandung ini bersemangat.
Lalu bagaimana dengan kajian amdalnya? Menurut Kosasih, sejalan dengan PP No 29 Tahun 1986 tentang amdal regional, segala sesuatu memang harus melalui analisis mengenai dampak lingkungan. Namun sejak bergulirnya reformasi PP tersebut sudah dicabut. Jadi, meski tetap penting, kajian amdal tidak terlalu mendesak dilakukan.
’’Yang mau dianalisis itu 120 ribu m3 kawasan, jadi nggak perlu diamdal,’’ ujarnya.
Water Front City yang akan dibangun meliputi kawasan 5 km ke arah darat dan 8 km ke arah laut. Meski dipastikan akan menelan banyak lahan di atas garis pantai, konsep itu tak akan sampai mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. Tak ada pengurukan laut, tapi yang akan dibangun lebih ke pulau-pulau kecil di seberang laut.
Reklamasi Teluk Jakarta sebagai persiapan Water Front City juga berlandaskan pada komitmen Pemprov DKI menyelesaikan masalah perkotaan Jakarta secara terpadu dengan seminimal mungkin melibatkan daerah sekitar Jakarta. Tujuan Water Front City juga untuk memperluas daerah hunian di dalam kota Jakarta. ’’Mereka (daerah luar Jakarta) kan sudah repot. Masak mau direpoti lagi,’’ jelas dia.
Pembangunan kawasan Teluk Jakarta juga sebagai solusi menghentikan kerusakan lingkungan akibat banyaknya aktivitas pantai yang tak memperhatikan faktor kelestarian alam. Parahnya, tiga provinsi yang memiliki kawasan pantai tersebut saling mendukung terjadinya kerusakan. Bukan hanya kerusakan biota laut seperti terumbu karang, mangrove, tapi juga persoalan limbah industri dan rumah tangga.
Menurut Deputi Bidang Peningkatan Konservasi, Sumberdaya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Masnellyarti Hilman, permasalahan Teluk Jakarta sebenarnya pada kesenjangan koordinasi (lack of coordination) pembanguan antarwilayah provinsi pendukung utama Teluk Jakarta. Yakni DKI Jakarta, Banten serta Jabar. Juga, masalah kerentanan ekologi dan sosial ekonomi.
Sehingga, dalam mengelola Teluk Jakarta, tidak lagi berbasis administratif, melainkan lebih kepada pendekatan ekosistem. ’’Justru dengan pembangunan Teluk Jakarta itu, kami berupaya supaya kasus seperti reklamasi itu tidak ada,’’ ujar Masnellyarti usai menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Road Map Pencapaian Kesepakatan Jakarta Bay Coastal Strategy 2007-2020 di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat, kemarin.
Dalam kerangka strategi pengelolaan Teluk Jakarta, tiga strategi diterapkan. Yakni Jakarta Bay Coastal Strategy (JBCS), Jakarta Bay Coastal Strategy Implementation Plan (JBCSIP), serta Jakarta Bay Local Coastal Program (JBLCP). Benang merahnya adalah standar lingkungan.
Disinggung soal reklamasi yang mengakibatkan kerusakan lingkungan pesisir pantai dan biota laut, sebenarnya KLH tidak menentang reklamasi tersebut. Hanya saja, Amdal terkait kerusakan lingkungan yang ditimbulkan belum mampu dijawab Pemprov DKI. Seperti meningkatnya air laut serta faktor sosial tergusurnya para nelayan setempat.
Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Sumarto menambahkan, reklamasi yang dilakukan pemprov DKI itu sangat besar dampak negatifnya bagi lingkungan. ’’Biota laut menjadi habis, manggrove menjadi rusak,’’ bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup DKI Jakarta (BPLHD) Budirama Natakusuma mengatakan, saat ini pihaknya menyiapkan Kerangka Lingkungan Strategis (KLS). Dengan KLS, perencana penataan Teluk Jakarta akan dikaji secara menyeluruh mulai reklamasinya hingga revitalisasinya. Termasuk yang sedang dikaji adalah penerapan Amdal. Penataan Teluk Jakarta juga nantinya disesuaikan dengan evaluasi tentang Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).
Jika reklamasi Teluk Jakarta itu dilakukan, bukan tak mustahil konsep Jakarta Water Front City benar-benar bisa terwujud. Jakarta bisa menyusul Singapore River (Sungai Singapura). Singapore River yang sangat eksotik indah dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit awalnya kampung nelayan kecil dan permukiman yang berlokasi di tengah rute perdagangan China-India. Masih belum tertata. Tapi setelah Sir Stamfod Raffles mendarat di tepi sungai itu, kawasan itu menjadi impian dan menjadi potensi wisata. Keajaiban modern dimulai dari sungai ini.
Namun, ada hal-hal yang tetap sama. Anak cucu dari para imigran awal ini masih berkumpul di tepian sungai untuk mencari nafkah dan hidup. Boat Quay, Clarke Quay dan Riverside Point kini menjadi sumber mereka. Sampans (kapal kecil) juga masih meluncur ke hulu, bersama kargo para wisatawan.
Kita bisa seperti Singapore River. Sangat bisa. Namun, kita jangan hanya terbuai dengan mimpi-mimpi indah dan tidur terlalu lama. Kita harus segera bangun dan segera mewujudkan mimpi itu. (*)

Terbit di Indo Pos, 17 April 2007

~ by ariyanto on 20 April 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: