’’Wisata’’ Medis ke Negeri Singa

Oleh
Ariyanto

Belum kunjung membaiknya pelayanan rumah sakit di Tanah Air membuat sebagian warga Jakarta ’’lari’’ ke Singapura. Mingggu lalu, Indo Pos mewawancarai Villy Chandra yang mengobatkan anaknya di Singapore General Hospital (SGH). Benarkah di Negeri Singa lebih bagus?
Siang itu, Villy Chandra asyik memainkan salah satu jenis musik di dekat indera dengar anaknya, Aaron (16 bulan) di sebuah ruangan Centre for Hearing and Implants. Posisi duduk mereka berhadap-hadapan. Si anak seperti kurang merespons suara itu dan jenuh. Dia berusaha merebut mainan yang dipegang orangtuanya. Karena si ibu mengelak, si buah hati pun menangis.
Kedatangan Indo Pos membuat Aaron berhenti menangis sejenak. Ketika dipotret, dia langsung bergaya. Namun setelah itu berusaha merebut kamera. Tidak dikasih, dia pun kembali menangis.
Ya, saat itu Aaron menjalani implan koklear (cochlear implant) karena mengalami gangguan pendengaran. ’’Kita baru dua bulan melangsungkan terapi dari rencana tiga bulan. Baru dua bulan diimplan. Sebelumnya dilakukan alat bantu dengar (hearing aid),’’ terang wanita yang tinggal di Kota Wisata Cibubur ini ketika ditemui di Centre for Hearing and Implants, Singapore General Hospital, Kamis lalu. Wanita cantik ini pun terpaksa bolak-balik Jakarta-Singapura demi kesembuhan sang buah hati.
Alat bantu dengar memang bisa memperbaiki pendengaran seseorang. Namun pengidap ketulian parah tak akan dapat mendengar baik meski dibantu alat pendengaran. ’’Nah di sinilah dibutuhkan implan koklear, yaitu alat yang dimasukkan ke bagian dalam,’’ terang ahli ENT Prof Low Wong Kein, director Centre for Hearing and Implants.
Alat ini memberikan pendengaran yang berguna bagi pengidap ketulian total hingga berat akibat saraf-pengindera. Alat ini tak berfungsi seperti alat bantu dengar yang menguatkan bunyi. Tapi, memintas bagian dalam telinga yang rusak untuk merangsang serabut saraf indera pendengaran yang tersisa.
Villy mengetahui pendengaran anaknya terganggu ketika terjadi guntur menggelegar. Kala itu, teman-temannya kaget dan menangis ketakutan. Tapi anehnya, Aaron biasa saja dan seolah tidak terjadi apa-apa. Dari situlah kemudian membawa anaknya ke sejumlah rumah sakit elite di Jakarta. Dia masuk ke satu ke rumah sakit lainnya.
Ibu dari Andrea (4 tahun) dan Aaron Feril Manik ini sempat bingung dengan apa yang menimpa anaknya. Dia benar-benar tak tahu harus bagaimana dan ke mana. Hingga, akhirnya bertemu orang yang kebetulan punya nasib sama dan sembuh setelah dibawa ke Singapura. ’’Saya sharing dan kemudian saya tertarik untuk membawa anak saya ke Singapura,’’ kata dia. Untuk memperkaya pengetahuannya mengenai pengoabatan di sana, dia membuka website.
Akhirnya, pilihan itu jatuh pada Singapore General Hospital. Untuk memudahkan urusan, Villy menggunakan pelayanan yang diberikan pihak International Medical Service (IMS). SGH memang memberikan layanan bagi pasien internasional yang akan berobat di negeri paling rendah tingkat kejahatannya itu. Pasien akan difasilitasi baik janjian dengan dokter, akomodasi, transportasi, penginapan dan lain-lain, termasuk memilih dokter yang sebanyak 40 dokter ahli di bidangnya itu. ’’Saya minta dibikinkan janji dengan dokter yang menangani. Merekalah yang menentukan waktunya,’’ terang dia.
Karena kesibukan kerja sang suami, Villy berangkat sendiri ke Singapura. ’’Suami saya menyusul keesokan harinya,’’ tutur dia. Selama terapi, Villy dan suami tinggal di hotel tidak jauh dari rumah sakit.
Selama berobat di sana, Villy mengaku ada kepastian. Berbeda sekali dengan dokter di Indonesia. Satu dengan dokter lainnya sering berbeda pendapat. ’’Ya ini semua demi kebaikan. Saya ingin anak saya bisa belajar di sekolah normal,’’ harap dia. (*)

*Terbit di Indo Pos, 17 April 2007

~ by ariyanto on 20 April 2007.

2 Responses to “’’Wisata’’ Medis ke Negeri Singa”

  1. villy saya mau tanya, berapakah biaya untuk itu semua sampai biaya hotel? karena cucu saya kelihatannya juga begitu. Mohon informasinya. Terimakasih sekali.

  2. Halo Pak Ariyanto, salam kenal…

    Kalau boleh saya mau berbagi informasi untuk semua yang baca blog ini. Saya Rina, dari perwakilan resmi beberapa rumah sakit pemerintah di Singapore.
    Bagi teman-teman yang butuh informasi tentang rumah sakit dan center2 di Singapore terutama yang tergabung dalam SingHealth Group (SGH [Singapore General Hospital], KKH [KK Women & Children’s Hospital], CGH [Changi General Hospital], NHC [National Heart Center], SNEC [Singapore National Eye Center], NCCS [National Cancer Center Singapore] dan NNI [National Neurocenter Institute]), termasuk estimasi harga dan membantu perujukan yang sifatnya subspesialistik dapat menghubungi saya di rina@singmedic.com atau (021) 34101000 atau 081320252525.

    Pelayanan kami Free Of Charge (Gratis), karena memang merupakan bagian dari pelayanan resmi SingHealth yang tujuan awalnya untuk membantu SingHealth memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pasien internasional. Anda langsung datang ke salah satu rumah sakit ini ataupun melalui kami, biaya akan tetap sama. Jadi kenapa harus telpon internasional kalau dengan telpon lokal pun, anda bisa mendapatkan pelayanan yang sama.

    Untuk info lebih lanjut, ataupun sekedar ingin konsultasi masalah pengobatan di Singapore, teman2 semua bisa kontak saya, dan saya akan berusaha memberikan info selengkap2nya.
    Terima kasih.

    -Rina-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: